Citizen Journalism

Wilayah Perbatasan Perlu Mencetak Penyuluh Visioneris???

Keindahan suatu desa identik dengan kondisi masyarakatnya, kebersihan suatu desa mencerminkan tingkat kepedulian dan pengetahuan masyarakat desa.

Wilayah Perbatasan Perlu Mencetak Penyuluh Visioneris???
HO
Penulis (kiri) bersama peternak sapi di Nunukan.
Penulis: Haji Heru Wihartopo S PKP
Koordinator Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Penyuluh
BKP3D Kabupaten Nunukan,  Kal-Tim.

 
KONDISI  keindahan suatu desa identik dengan kondisi masyarakatnya, kebersihan suatu desa mencerminkan tingkat kepedulian dan pengetahuan masyarakat desa. Begitu juga kondisi persawahan dan pekarangan suatu desa mencerminkan tingkat kemauan dan kemampauan  petani dalam memanfaatkan potensi alam yang ada untuk menunjang persediaan kebutuhan pangan bagi keluarganya. Jika kondisi suatu desa berusaha tani.
Seringkali kita dengar komentar dari beberapa orang yang pernah mengkritisi keberadaan Penyuluh dan kepenyuluhan, baik itu dalam obrolan saat di teras kantor atau di saat ada reses anggota DPRD di lapangan.
Tentunya kita pernah mendengar bahwa ada seorang petani atau sekelompok masyarakat petani yang berhasil dengan usaha bidang pertaniannya,  perkebunannya, peternakannya, atau perikanannya dan atau kesemuanya secara terpadu, farm integrated  atau yang bisa juga disebut usaha "mix farming". Dari keberhasilan usahanya tersebut tentu akan tersirat dalam benak fikiran kita, " dari siapa mereka itu bisa berhasil, teknologi apa yang mereka gunakan, siapa yang mengajarkan dan seterusnya sebagai sebuah pertanyaan terhadap diri sendiri.
Maka pada saat itu tentulah dalam fikiran kita ada pertanyaan-pertanyaan yang menggelitik, apakah mungkin keberhasilan mereka itu tanpa sentuhan pembinaan dari pihak lain, jika tidak mungkin dari mana mereka memperoleh teknologi untuk merubah keadaan menjadi bisa berhasil, tidak mungkin keberhasilan mereka itu langsung terwujud tiba-tiba begitu saja tanpa ada sesuatu yang membuat mereka berhasil, tidak mungkin mereka itu langsung berhasil tanpa melalui petunjuk atau bimbingan orang lain, tidak mungkin keberhasilan itu langsung terwujud seperti sulapan begitu saja.
Ada yang berkomentar positip dan ada yang berkomentar negative baik terhadap pelaku penyuluhannya maupun kegiatan kepenyuluhannya. Yang berkomentar positif jumlahnya tidak banyak karena mungkin selama ini dari kegiatan penyuluhan yang mereka ketahui dengan keberadaan penyuluhnya yang tidak professional, atau sikap penyuluhnya itu memang tidak menyenangkan atau  tak mampu memberikan pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat. Tetapi di sisi lain juga ada yang berkomentar positif, mereka mengakui bahwa tugas penyuluh itu memang berat, tugas penyuluh tidak mudah tidak sama dengan tugas guru, guru muridnya hampir seumuran dalam satu kelas, tempat mengajar terpusat di sati titik kegiatan yaitu sekolahan.
Penyuluh harus mendatangi petaninya di lapangan, tempat tinggal mereka terpencar, medan lapangan tak selalu sama, permasalahan petani atau keluarga tani tak selalu sama,  penyuluh dalam menyampaikan misi kepenyuluhannya harus mengetahui permasalahan masing-masing petani, penyuluh harus menemui petani, kelompoktani, yang tentu tidak semudah seperti guru yang menemui muridnya, cukup di ruang yang sudah secara continue berada di sebuah sekolahan, yang menetap tempatnya, ada ruang yang lengkap dengan meja kursinya walaupun kurang baik kondisinya, kurikulum ada jelas, umur murid relative seragam, kehadiran serempak dan waktu sudah ditetapkan, metode tentu lebih mudah, pedagogic. Penyuluh yang dihadapi adalah masyarakat yang terdiri dari petani yang berbeda umur, berbeda latar belakang status social, kultur etnis dan budaya, berbeda permasalahan yang dihadapi, berbeda kemampuan ekonomi, berbeda tingkat pendidikan dll. Padahal tugas mereka dalam melakukan penyuluhan  harus menambah pengetahuan, merobah  sikap petani, dan meningkatkan keterampilan petani dalam melakukan budidaya atau usahatani supaya produktivitasnya meningkat, lalu pendapatannya meningkat dan dampaknya kesejahteraan petani binaan atau masyarakat juga meningkat. Sementara masyarakat tidak mau tahu bahwa penyuluh itu juga manusia yang memiliki kemampuan berbeda-beda, kecerdasan berbeda, pendidikan berbeda, dan pengalaman dalam melaksanakan tugasnyapun juga berbeda, bahkan jenis kelaminnyapun berbeda. Tidak semua penyuluh laki-laki, apalagi yang di Nunukan sebagiaan besar perempuan.   
Itulah kondisi yang terjadi di persepsi masyarakat saat ini sehingga ada pro dan kontra terhadap keberadaan penyuluh terkait perlu atau tidaknya diberikan dukungan untuk menjalankan misi kepenyuluhannya.
Penyuluh itu adalah pelakunya dan penyuluhan itu adalah kegiatannya.
Tugas Penyuluh itu adalah "menyuluh", enak saja kesannya, ditelinga terdengar enteng... walau faktanya banyak juga yang tidak mau jadi penyuluh, tetapi banyak yang belum paham apa bedanya "menyuluh" dan "menerangkan"..... Sementara yang masyarakat pahami selama ini menyuluh itu sama dengan menerangkan... Ini seperti pada masa orde baru dulu, bahkan ada departemen Penerangan yang akhirnya dibubarkan oleh Presiden Gus Dur.
Nah ini masalahnya... Padahal menerangkan itu selesai ya sudah, tahu atau tidak terserah... Kalau "menyuluh" itu ada tahapannya :
1. Pertama menginventarisir data, mengolah, menganalisis, dan menyusun Prorgama, Rencana Kerja dan Jadwal Kegiatannya kapan dilaksanakan.
2. Kedua setelah yang pertama terwujud, selanjutnya melaksanakan dengan menyusun materi serta menyiapkan media sesuai dengan kebutuhan dan sasaran, disinilah banyak diperlukan bahan-bahan yang dibuat, dan tak sedikit biayanya.
3. Setelah dilaksanakan tiba saatnya melakukan pembinaan, pendampingan, atas apa yang telah diterangkan, disampaikan dan di arahkan, supaya tidak salah dalam menerapkan..
4. Selanjutnya melakukan evaluasi, sudahkan yang diprogramkan, yang direncanakerjakan, yang dijadwalkan dilaksanakan sesuai dengan yang ditetapkan.??? Kemudian sampai seberapa mau dan mampu mereka melakukan, sampai seberapa jauh peningkatan perubahan yang diinginkan terwujud, terealisir dan sampai seberapa besar dampaknya, impacknya terhadap peningkatan produksi
5. Terakhir sudahkah yang kita suluhkan, sudahkah yang kita lakukan dalam penyuluhan itu "meningkatkan kesejahteraan" para petani.... Nah seperti itulah "PENYULUHAN"..
Bagaimana ada sedikit gambaran tentang "Penyuluhan"....???
"Maunya dari sisi penyuluh, seharusnya penyuluhlah yang harus disuport dengan berbagai pelatihan dan pembekalan dengan berbagai metode untuk meningkatkan kapasitasnya, mendukung keinginan baiknya, keberaniannya, kesungguhan hatinya dalam menjalankan misi kepenyuluhan, sehingga penyuluh bisa menjadi tenaga yang handal dan professional, mampu mewujudkan desa wilayah binaannya menjadi desa yang semakin mandiri, asri, ramah lingkungan  dan produktif. Untuk itu penyuluh harus disegani, disukai, dihormati dan didengar apa nasehatnya, apa arahannya, apa pendapatnya, apa bimbingannya kepada masyarakat petani dan sekitarnya. Dalam mewujudkan itu semua di butuhkan penyuluh yang visioner dan atau visioner penyuluh yang tentunya harus disuport dengan biaya yang cukup dalam menjalankan misi kepenyuluhannya dalam mewujudkan pembinaan yang baik dan nyata, benar dan logis, masuk akal dan bijaksana dan berwawasan lingkungan."
"Diperlukan Penyuluh Visioner dan Visioner Penyuluh di wilayah perbatasan"
Dalam upaya mewujudkan masyarakat petani yang sejahtera melalui kegiatan usahataninya atau usaha agribisnisnya sangat diperlukan penyuluh yang visioner, penyuluh visioner bisa dibina melalui pembekalan untuk mencetak visioneris penyuluh, penyuluh visioner dalam menjalankan tugasnya akan mencurahkan segala perhatian, tenaga dan fikirannya hanya untuk mengembangkan wilayah desa binaannya. Dia akan selalu berfikir dan berbuat untuk mencari solusi dari berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat petani. Penyuluh visioner akan selalu mencari solusi dan upaya menerobos berbagai kendala dan hambatan untuk membuka cakrawala usaha bagi petani, mencarikan terobosan dalam pemasaran dengan mitra kerja atau stekholder yang terkait dengan kegiatan.
Syarat-syarat Penyuluh Visioner
1.                  Berpendidikan  minimal SMK
2.                  Siap ditempatkan dimana-mana di seluruh wilayah Indonesia
3.                  Suka dan sadar bahwa dirinya adalah sebagai penyuluh pertanian lapangan
4.                  Sehat jasmani dan rohani

Penyuluh ibarat dua mata keping uang, sebelah sebagai petugas yang harus punya rasa empati dengan petani/pelaku utama sehingga penyuluh seharusnya juga memanfaatkan keberadaannya di tengah-tengah petani untuk berkarya bersama-sama petani melakukan kegiatan usaha selayaknya pelaku utama.... Tetapi disi lain penyuluh juga PNS yang berarti juga harus sadar bahwa dirinya sebagai Agen of change yang harus mampu mengelola SDM masyarakat petani/pelaku utama dan dirinya dan harus diinventarisir dan di bukukan/administrasikan segala kegiatannya. Dengan demikian jika pada saatnya harus memenuhi tuntutan administrasi maka Penyuluh siap memenuhinya... Di sinilah beratnya melakukan dua peran yang sebenarnya sama-sama memberikan keuntungan tetapi terasa susah dalam membukukan, terasa ribet dalam penanganannya.... Apa boleh buat.... Pemecahannya ya lakukan dua-duanya agar anda bisa berada pada kategori Penyuluh Professional....
Pekerjaan menyuluh yang bener itu mulia... Menyampaikan ilmu pengetahuan kepada orang yang memerlukan, mencarikan pemecahan masalah kepada orang yang meminta bimbingan, mengupayakan jalan pemecahan buat para petani/nelayan yang kesulitan, menolong orang yang belum mendapat uluran tangan-tangan terampilmu dalam bertanam-tanam, menyebarkan silaturahmi kepada sesama di kalangan orang lapisan/strata bawah.... Tu kaaannn.??? Oleh sebab itu kawan-kawan penyuluh jangan tidak semangat, jangaan nglokro kalau di olok, apa itu penyuluh dalam menjalankan tugasnya seperti "manajemen tukang sate" dia yang melaksanakan perencanaan dia juga yang melaksanakan kegiatannya dia juga yang mengevaluasi, tidak apa apa  tetap bersemangatlah, bersemangatlah, dan tetap bersemangatlaaahhhhh..... Pasti kita semua akan berjaya....

Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved