Ibu Hamil Perokok Lahirkan Bayi Penderita Asma
Tribun Kaltim - Sabtu, 18 Agustus 2012 11:01 WITA
TRIBUNKALTIM.co.id - Sekitar 65 bayi menderita penyakit
asma karena semasa hamil ibu si bayi itu merokok, demikian satu
penelitian sebuah perguruan tinggi di Stockholm seperti dikutip Daily
Mail.
Efek terburuk untuk calon bayi yang belum
dilahirkan terjadi pada masa trimester kehamilan. Ibu yang merokok pada
masa tiga bulan kehamilan memiliki efek negatif paling besar dalam
pertumbuhan bayi.
Penelitian ini mengambil
sampel 21.600 anak yang ditemukan sesak napas terkena asma karena semasa
hamil ibu mereka suka merokok.
Suara bengek dan bunyi pernapasan terus terdengar dari penderita asma karena gangguan pada saluran pernapasan.
"Anak
berpotensi terkena asma pada masa balita dan usia dini," kata peneliti
dari Sekolah Tinggi Karolinska di Stockholm, Swedia, Dr Asa Neuman,
seperti dikutip Daily Mail.
Penemuan ini
diterbitkan dalam jurnal
American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine menyusul
penemuan sebelumnya yang menyatakan merokok semasa hamil bisa merusak
struktur DNA bayi dan melemahkan sistem kekebalan tubuh bayi.
Menariknya,
dalam penelitian ditemukan bahwa risiko asma tidak ditemukan pada bayi
yang ibunya merokok pada masa kehamilan tua atau setelah melahirkan.
Analisis
penelitian tersebut menemukan anak umur 4- 6 tahun sudah memiliki
gejala asma sejak lahir, 39 persen diantaranya menderita napas
berdenging dan 65 persen lainnya positif asma.
Namun, merokok selama kehamilan sama buruknya dengan merokok setelah melahirkan.
"Penelitian
kami menegaskan merokok selama kehamilan menimbulkan risiko besar pada
kesehatan janin yang berkembang dalam rahim. Biasanya napas berdenging
pada usia prasekolah."
"Remaja dan perempuan muda harus didorong untuk berhenti merokok sebelum hamil."
Tahun
lalu peneliti dari Amerika Serikat menemukan akar keterkaitan potensi
genetik merokok saat hamil dengan penderita asma pada anak.
Hasilnya
menunjukkan gen dapat diubah oleh pengaruh lingkungan sehari-hari
melalui proses biologis normal yang dikenal sebagai metilasi DNA.
Tim
dari Universitas California Selatan menemukan kalau anak dari ibu yang
merokok saat hamil lebih mungkin mengalami metilasi DNA lebih dari gen
AXL yang sangat penting untuk perkembangan sistem kekebalan tubuh.
"Ini adalah bukti paparan menarik kalau asap dari tembakau dapat mengubah tingkat metilasi DNA."
Editor : Fransina
Sumber : Antara