DPRD Balikpapan Minta Pembangunan RSUD Dipercepat
Tribun Kaltim - Senin, 20 Agustus 2012 21:06 WITA
Berita Terkait
- Syarat Calon Ketua KONI Kaltim Harus Didukung 20 Persen…
- Arif Suyono-Rahmat Larif Absen Lawan Persiba
- Lawan Persiba, Pemain Mitra Kukar Harus Jemput Bola
- BERITA FOTO; Kejurda Gulat Kaltim Diikuti 40 Peserta
- Empat Tahun Berteman dengan Penyakit Lupus, Apa Bisa…
- Proyek Belum Dilelang, Kontraktor Lokal PPU Mulai…
- Raih 9 Emas, Nunukan Juara Umum Kejurda Panjat Tebing…
- Raih 9 Emas, Nunukan Juara Umum Kejurda Panjat Tebing
- Bupati Kutim Perlu Mendengarkan Kritik dengan Bijaksana
- Bupati Kutim Bakal Perkarakan Komentar di Jejaring…
BALIKPAPAN,
tribunkaltim.co.id - DPRD Kota Balikpapan berharap banyak agar
pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang berada di kawasan Gunung
Malang, bisa segera terwujud.
Pasalnya, pelayanan kesehatan untuk masyarakat ekonomi menengah ke bawah di Balikpapan kian mendesak.
"Saat ini masih banyak masyarakat kita yang sulit mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Kalaupun ada, mereka harus bayar mahal. Makanya kalau RSUD ini jadi, tentu sangat membantu masyarakat kita, terutama yang kesulitan ekonomi. Karena pembangunannya sengaja dipersiapkan untuk tipe kelas III," ujar Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Damuri, Senin (20/8/2012).
Politisi PDIP ini berharap, proses pembebasan lahan di kawasan tersebut bisa segera teratasi. Untuk itu, warga diminta legowo untuk tidak memaksakan ganti rugi sesuai keinginannya.
Selain itu, Damuri juga meminta pemerintah kota (pemkot) segera mengambil langkah win-win solution terkait pembebasan lahan di kawasan tersebut. Negosisasi dengan pemilik lahan, kata Damuri, tidak boleh putus dan berjalan secara temporal.
Diketahui, hingga kini pembangunan RSUD di kawasan Gn Malang masih tersendat lantaran masih ada sekitar 10 rumah warga yang belum dibebaskan. Warga tidak ingin melepas lahan dan bangunannya, sesuai dengan harga NJOP yang ditawarkan Pemkot. (*)
Pasalnya, pelayanan kesehatan untuk masyarakat ekonomi menengah ke bawah di Balikpapan kian mendesak.
"Saat ini masih banyak masyarakat kita yang sulit mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Kalaupun ada, mereka harus bayar mahal. Makanya kalau RSUD ini jadi, tentu sangat membantu masyarakat kita, terutama yang kesulitan ekonomi. Karena pembangunannya sengaja dipersiapkan untuk tipe kelas III," ujar Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Damuri, Senin (20/8/2012).
Politisi PDIP ini berharap, proses pembebasan lahan di kawasan tersebut bisa segera teratasi. Untuk itu, warga diminta legowo untuk tidak memaksakan ganti rugi sesuai keinginannya.
Selain itu, Damuri juga meminta pemerintah kota (pemkot) segera mengambil langkah win-win solution terkait pembebasan lahan di kawasan tersebut. Negosisasi dengan pemilik lahan, kata Damuri, tidak boleh putus dan berjalan secara temporal.
Diketahui, hingga kini pembangunan RSUD di kawasan Gn Malang masih tersendat lantaran masih ada sekitar 10 rumah warga yang belum dibebaskan. Warga tidak ingin melepas lahan dan bangunannya, sesuai dengan harga NJOP yang ditawarkan Pemkot. (*)
Penulis : Kholish Chered
Editor : Fransina