Rest Area di Kawasan Tahura Terbengkalai
Tribun Kaltim - Senin, 20 Agustus 2012 19:32 WITA

tribun kaltim/arif rafan dwinanto
Rest Area yang hingga kini belum ditempati dan terbengkalai.
SAMARINDA, tribunkaltim.co.id- Warung-warung peristirahatan yang
terdapat di Km 54 jalan poros Samarinda-Balikpapan tak pernah sepi pengunjung. Terlebih, ketika arus lalu
lintas di jalan poros tersebut tengah padat akibat libur lebaran.
Rest Area berlokasi tepat di seberang jalan dari warung-warung tersebut. Pantauan Tribunkaltim.co.id, Senin (20/8/2012), pembangunan Rest Area nampak telah rampung dan siap ditempati. Namun, hingga kini pemerintah belum juga memindahkan warung-warung tersebut ke rest area.
Kondisi Rest Area kini masih sangat lengang, nyaris tak ada aktivitas di dalamnya, dan terkesan terbengkalai. Kondisi ini kontras jika dibandingkan dengan padatnya kativitas di warung-warung peristirahatan yang berada di rest area tersebut.
“Tidak tahu kenapa belum dipindah. Kalau saya sih mau saja, asal yang lain juga ikut dipindah. Kalau cuma pindah sendirian saya tidak mau,” ujar Yuni, salah satu pemilik warung peristirahatan di Km 54 Jalan poros Samarinda-Balikpapan. (*)
Alhasil, banyak warung-warung tenda berdiri di
sepanjang jalan yang berada tepat di tengah-tengah antara Samarinda dan
Balikpapan ini. Namun, demikian,
keberadaan warung-warung dianggap berpotensi mengancam kelestarian Taman Hutan
Raya Bukit Soeharto. Guna mengatasinya, pemerintah membangun Rest Area untuk
merelokasi warung-warung tersebut.
Rest Area berlokasi tepat di seberang jalan dari warung-warung tersebut. Pantauan Tribunkaltim.co.id, Senin (20/8/2012), pembangunan Rest Area nampak telah rampung dan siap ditempati. Namun, hingga kini pemerintah belum juga memindahkan warung-warung tersebut ke rest area.
Kondisi Rest Area kini masih sangat lengang, nyaris tak ada aktivitas di dalamnya, dan terkesan terbengkalai. Kondisi ini kontras jika dibandingkan dengan padatnya kativitas di warung-warung peristirahatan yang berada di rest area tersebut.
“Tidak tahu kenapa belum dipindah. Kalau saya sih mau saja, asal yang lain juga ikut dipindah. Kalau cuma pindah sendirian saya tidak mau,” ujar Yuni, salah satu pemilik warung peristirahatan di Km 54 Jalan poros Samarinda-Balikpapan. (*)
Penulis : Rafan Dwinanto
Editor : Fransina