Tribun Batam
Malam Lebaran RS Darjad Bagikan Bingkisan ke Pasien
Tribun Kaltim - Selasa, 21 Agustus 2012 16:31 WITA
Share |
Bingkisan.jpg
doan pardede/tribun kaltim
Manajemen RS Haji Darjad Samarinda memberikan bingkisan Lebaran kepada para pasien.
SAMARINDA, tribunkaltim.co.id - Pada malam hari menjelang Lebaran Idul Fitri 133 H, Sabtu (18/8/2012), manajemen Rumah Sakit Haji Darjad membagikan bingkisan kue kepada setiap pasiennya. Bingkisan diberikan kepada pasien yang kebetulan tak bisa merayakan Lebaran di rumah.


Salah satu orang tua pasien, Ahmad Zidan, Syafei mengucapkan terima kasih atas perhatian rumah sakit Haji Darjad yang memberikan bingkisan Lebaran. Dengan layanan rumah sakit yang baik diharapkan dapat mendorong pasien agar segera sembuh.


"Perhatian dari manajemen rumah sakit berupa pelayanan yang baik semoga membuat pasien dapat sembuh. Sehingga, kami berobat rawat inap lebih memilih rumah sakit yang memiliki layanan baik," kata Syafei.


Hal senada juga diungkapkan oleh pasien lain, Saini Moelia yang mendapat bingkisan. Ia beserta keluarganya harus melewati perayaan hari Lebaran Idul Fitri di rumah sakit. Layanan rumah sakit yang baik membuat suasana nyaman dan aman seperti di rumah sendiri tak mengurangi hikmat keluarganya memperingati Lebaran.


"Terima kasih atas bingkisannya, semoga rumah sakit Haji Darjad terus memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat yang baik," ujar Saini.


Sementara itu, dokter jaga Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit Haji Darjad, dr Anton Komala menjelaskan untuk antisipasi pasien gawat darurat, disiagakan dua tenaga dokter setiap shift pada pagi, sore dan malam hari pada musim Lebaran. Penanganan pasien UGD membutuhkan penanganan bedah seperti kasus kecelakaan, maka dokter UGD koordinasi dengan dokter spesialis bedah.


"Sedangkan, bila ada pasien yang perlu rawat inap maka dirujuk untuk rawat inap sesuai hasil periksa oleh dokter. Biasanya, lonjakan pasien masuk UGD bukan terjadi pada hari pertama Lebaran. Tapi setelah H+3 dan seterusnya. Pasien mengeluhkan hipertensi dan gangguan pencernaan," kata dr Anton.


Sakit hipertensi dan gangguan pencernaan dialami pasien saat setelah lebaran, diduga akibat pola makan yang salah. Selain itu, kondisi tubuh yang tak bisa menerima perubahan cepat mulanya puasa selama sebulan menjadi makan setiap hari secara berlebihan.

Penulis : Doan E Pardede
Sumber : Tribun Kaltim