Pesawat Hilang di Kaltim
Emergency Locater Transmitter Pesawat tak Berfungsi
Tim SAR kesulitan dalam pencarian di lapangan karena ELT pesawat PA31 viper Navajo Chieftain itu kabarnya tidak berfungsi.
Penulis: Rafan Dwinanto | Editor: Fransina Luhukay
Tim SAR kesulitan dalam pencarian di lapangan karena pesawat PA31 viper Navajo Chieftain itu diterbangkan Capt Marshal Basir ini kabarnya Emergency Locater Transmitter (ELT) pesawat dalam keadaan tidak berfungsi.
“Memang keterangn Basarnas pusat ELT (Emergency Locator Transmitter) tidak memancar dalam emergency tidak berfungsi, diduga batre tidak menyala karena ELT bekerja kalau dalam crash/ kena air,” ungkap Kapolres Samarinda Kombes Pol Arief Prapto Santoso di Samarinda, Sabtu (25/8/2012).
Namun pencarian tidak mengandalkan alat ELT yang ada di badan pesawat, menurut Arief pencarian berdasarkan Data citra satelit dari Singapura dan informasi masyarakat.
“Tapi sudah cukup dapat data dari satelit dan didukung oleh informasi masyarakat. Kita mulai lagi pagi pencarian,” katanya.
Pesawat naas ini hilang kontak sekitar pukul 08.00 pagi lebih setelah lepas landas dari Temindung Samarinda pada pukul 07.51 Wita. Pesawat ini membawa Peter John Elliot warga negara Australia, Jandri Hendrizal sebagai surveyor dan security Elliott Geophysics Capt Suyoto, untuk melakukan pemetaan melihat potensi tambang. Pesawat itu tercatat milik PT Intan Angkasa dan dicarter oleh Elliott Geophysics International. (*)