
- Paser Dibekali 4 Strategi Penanggulangan Kemiskinan
- Sehari Polda Kaltim Ungkap Dua Kasus Solar Ilegal
- GOR Sungai Sembilang Nunukan Mulai Teraliri Listrik
- Demi Windows Phone, Microsoft Tawarkan 100.000 Dollar…
- Kutai Timur Bangun PLTS Rp1,2 Miliar
- Sudah 9 Jam Listrik Padam di Balikpapan, Samarinda,…
- Jeep Hardtop Community Paser Dibentuk
- Nunukan Melaju ke Final Lomba Cerdas Cermat Pemilukada
- KAMMI Gelar Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM di Kantor…
- Kejari Penajam Bentuk Tim Tangani Kasus Helikopter
1. "Saya lulusan terbaik dari sekolah"
Ini
adalah kebohongan klasik yang diungkapkan para pria, untuk memberi
kesan baik bagi para perempuan. Pada dasarnya, hal ini disebabkan sifat
pria yang cenderung sulit untuk menerima kegagalan. Secara tak
langsung, budaya tradisional menuntut pria untuk sukses sehingga ia
harus meningkatkan kesan cemerlang di hadapan pasangannya.
Namun,
kebohongan ini memang harus diantisipasi. Seorang pria yang tidak bisa
jujur pada kegagalannya, baik di tempat kerja ataupun lingkungan
lainnya, kemungkinan akan selalu menyalahkan istrinya atas kesalahan
yang diperbuatnya saat menikah.
2. "Sayang, kamu yang terbaik"
Salah
satu kebohongan yang banyak diungkapkan para pria adalah masalah seks.
Hal ini mungkin disebabkan karena masalah ini adalah yang paling rentan
dan sensitif. Karena dianggap sensitif, pria seringkali memberikan
berbagai pujian berlebihan terhadap kecantikan dan performa seks
pasangannya. Kebohongan ini bisa membahayakan kehidupan pernikahan,
karena Anda cenderung akan puas dengan kondisi saat ini dan tak ingin
memperbaiki diri. Keterbukaan adalah cara terbaik untuk lebih intim,
karena keintiman sesungguhnya tergantung pada kebenaran, terutama di
kamar tidur.
3. "Saya tidak tahu kapan bisa meneleponmu"
Ini
adalah kebohongan yang menyedihkan, karena jika ia benar-benar
mencintai Anda, paling tidak ia bisa menyempatkan sedikit waktu untuk
menelepon Anda. DePaulo menyarankan untuk memperhatikan nada suaranya.
Ketika seseorang berbohong, biasanya suaranya akan berubah sedikit
bergetar atau sedikit meninggi. Selain itu, ada juga kemungkinan jadi
terbata-bata atau bahkan salah ngomong.
4. "Gaun itu sangat cantik di tubuhmu"
Jika
diteliti, sebenarnya ini adalah kebohongan yang baik, karena
menunjukkan kepedulian pasangan. Namun kebohongan semacam ini biasanya
bukan didasari dengan hati yang tulus, melainkan sebagai respons atas
apa yang ingin Anda dengar, atau untuk menghindari perselisihan.
Daripada
harus malu ketika menghadiri pesta dengan gaun yang terlalu ketat,
bukankah lebih baik untuk mengungkapkan hal yang sejujurnya? Hanya saja,
mungkin butuh kalimat yang lebih bersahabat, misalnya, "Aku suka dengan
semua baju yang kamu pakai, tapi sepertinya baju ini kurang pas dipakai
saat ini".
5. "Tenang saja, aku tidak akan terkena PHK"
Ego
pria membuatnya harus bersikap melindungi, sekaligus menutupi
kelemahannya. Maka, mereka menganggap bahwa berbohong soal nasibnya di
perusahaan sah dilakukan ketimbang membuat pasangan mereka khawatir.
Namun, bagaimana pun juga kebohongan itu bisa menghancurkan kepercayaan.
Jika kebohongan akhirnya terbongkar, tentu Anda jadi merasa tidak
dihargai sebagai pasangan hidupnya, merasa tidak dilibatkan dalam
kehidupannya. Belajarlah untuk mulai mengerti bahwa sudah seharusnya
pasangan itu saling mendukung dan bukan menutupi masalah penting untuk
menghindari konflik.