Minggu, 5 Juli 2015

Prospek Saham Emiten Batubara Masih Suram

Sabtu, 25 Agustus 2012 10:51

Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), misalnya, telah anjlok 57%. Harga saham PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) juga merosot 31%, adapun harga saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) merosot 5%.

Suramnya prospek emiten batubara sejalan dengan penilaian Moody\'s Investors Service. Moody\'s, belum lama ini, memangkas peringkat utang BUMI menjadi B1 dari sebelumnya Ba3. Penurunan peringkat tersebut mencerminkan memburuknya likuiditas dan kredit BUMI.

Moody\'s menyoroti sedikitnya tiga faktor, yakni melemahnya margin operasi BUMI, rencana belanja anggaran yang besar, serta beban utang dan bunga yang besar.

Moody\'s juga menurunkan outlook peringkat BRAU, dari sebelumnya positif menjadi stabil. Meski begitu, peringkat utang emiten batubara ini tetap dipertahankan di B1.

Simon Wong, Vice President-Senior Analyst Corporate Finance Group Moody\'s Investors Service Singapore Pte Ltd, dalam rilisnya baru-baru ini, menulis, outlook peringkat BRAU melorot lantaran ada penurunan harga jual batubara dan meningkatnya biaya produksi.

Alhasil, margin keuntungan Berau Coal tertekan. Moody\'s memperkirakan, BRAU bakal kesulitan menurunkan biaya penambangan dalam waktu dekat ini akibat kebijakan peningkatan volume produksi.

Moody\'s memprediksi, harga batubara termal di Newcastle, yang menjadi patokan harga batubara di Asia berada di kisaran US$ 90 hingga US$ 95 per ton pada tahun ini. Jumlah tersebut jauh di bawah harga tahun lalu di level US$120 per ton. "Harga tersebut kemungkinan tidak akan rebound pada 2013, kecuali ada peningkatan keseimbangan yang signifikan antara permintaan dan penawaran," tutur Wong.

Halaman12
Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Kontan
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About us Help
Atas