1 Korban Perahu Kelotok Tenggelam Belum Ditemukan
Tribun Kaltim - Selasa, 11 September 2012 21:55 WITA
SANGATTA, tribunkaltim.co.id - Satu korban tenggelamnya perahu kelotok di perairan Tanjung Santan, Sabtu (8/9) malam, masih belum ditemukan. Padahal tim SAR dan keluarga terus melakukan pencarian.
Komandan Pos TNI AL Bontang, Letda Laut (P) Bambang Suprapto, Selasa (11/9), mengatakan pihaknya masih berupaya mencari satu korban yang hilang, atas nama Ahyar.
"Kami terus berupaya namun belum menemukan. Tapi sempat ada info sudah ditemukan di sekitar lampu navigasi alur laut (bui) 1, namun begitu kami cek belum ada," katanya.
Untuk itu pihaknya bersama masyarakat masih mengupayakan pencarian lanjutan. "Untuk tim SAR, kami belum menentukan kapan evakuasi diakhiri. Namun kami tetap akan membantu masyarakat yang mencari korban," katanya.
Sebagaimana diwartakan, dari tiga penumpang, dua orang sudah ditemukan dalam keadaan selamat. Dua korban ditemukan selamat pada Minggu pagi, yaitu Ibrahim dan Suherman. Sedangkan Ahyar masih terus dicari.
Peristiwa tenggelamnya klotok terjadi pada Sabtu (8/9) malam. Klotok berukuran panjang 9 meter dan lebar 1 meter dengan mesin dompeng 24 itu diawaki Ibrahim (50), Ahyar (30), dan Suherman (24).
Mereka awalnya berangkat dari Bontang menuju Muara Badak dengan tujuan mencari ikan untuk pernikahan keluarganya di Bontang. Pada saat kembali ke Bontang, Ahyar sempat menghubungi adiknya yang bernama Bahtiar.
Ahyar memberitahukan bahwa perahu yang mereka tumpangi akan tenggelam karena ombak yang besar. Diperkirakan kapal tenggelam pada saat pembicaraan dari handphone terputus.
Pada saat kapal tenggelam, ketiga orang tersebut berenang menyelamatkan diri masing-masing. Ibrahim dan Suherman berpegangan dengan kotak gabus tempat ikan. Sedangkan Ahyar menggunakan jeriken.
Ibrahim dan Suherman kemudian berenang menuju lampu navigasi alur laut (bui) Tanjung Santan, sementara Ahyar terpisah sendiri. Pada pukul 20.00 WITA, diterima info awal dari Bahtiar (keluarga yang terakhir ditelepon Ahyar) bahwa kapal yang ditumpangi keluarganya akan tenggelam. (*)
Komandan Pos TNI AL Bontang, Letda Laut (P) Bambang Suprapto, Selasa (11/9), mengatakan pihaknya masih berupaya mencari satu korban yang hilang, atas nama Ahyar.
"Kami terus berupaya namun belum menemukan. Tapi sempat ada info sudah ditemukan di sekitar lampu navigasi alur laut (bui) 1, namun begitu kami cek belum ada," katanya.
Untuk itu pihaknya bersama masyarakat masih mengupayakan pencarian lanjutan. "Untuk tim SAR, kami belum menentukan kapan evakuasi diakhiri. Namun kami tetap akan membantu masyarakat yang mencari korban," katanya.
Sebagaimana diwartakan, dari tiga penumpang, dua orang sudah ditemukan dalam keadaan selamat. Dua korban ditemukan selamat pada Minggu pagi, yaitu Ibrahim dan Suherman. Sedangkan Ahyar masih terus dicari.
Peristiwa tenggelamnya klotok terjadi pada Sabtu (8/9) malam. Klotok berukuran panjang 9 meter dan lebar 1 meter dengan mesin dompeng 24 itu diawaki Ibrahim (50), Ahyar (30), dan Suherman (24).
Mereka awalnya berangkat dari Bontang menuju Muara Badak dengan tujuan mencari ikan untuk pernikahan keluarganya di Bontang. Pada saat kembali ke Bontang, Ahyar sempat menghubungi adiknya yang bernama Bahtiar.
Ahyar memberitahukan bahwa perahu yang mereka tumpangi akan tenggelam karena ombak yang besar. Diperkirakan kapal tenggelam pada saat pembicaraan dari handphone terputus.
Pada saat kapal tenggelam, ketiga orang tersebut berenang menyelamatkan diri masing-masing. Ibrahim dan Suherman berpegangan dengan kotak gabus tempat ikan. Sedangkan Ahyar menggunakan jeriken.
Ibrahim dan Suherman kemudian berenang menuju lampu navigasi alur laut (bui) Tanjung Santan, sementara Ahyar terpisah sendiri. Pada pukul 20.00 WITA, diterima info awal dari Bahtiar (keluarga yang terakhir ditelepon Ahyar) bahwa kapal yang ditumpangi keluarganya akan tenggelam. (*)
Penulis : Kholish Chered
Editor : Sumarsono
Hit 469