Rabu, 10 Juni 2026

PON XVIII Riau

Eko Yuli Sumbang Medali Emas

Lifter Kaltim Eko Yuli Irawan berhasil mempersembahkan medali emas pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau 2012, Rabu (12/09/2012)

Tayang:
Editor: Sumarsono
PEKANBARU, tribunkaltim.co.id - Lifter Kaltim Eko Yuli Irawan berhasil mempersembahkan medali emas pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau 2012, Rabu (12/09/2012) di hotel Ratu Mayang Garden, Pekanbaru. Keberhasilan Eko pada kelas 62 kg sudah terlihat sejak angkatan snatch.

Total angkatan Eko mencapai 141 kg diikuti lifter Jawa Barat, M Hasbi dengan angkatan snatch 131 kg. Kemudian lifter Jabar lainnya, Rivaldi Achmad di urutan ketiga dengan  angkatan snatch 121 kg. Bertanding di clean and jerk, Eko tetap tak tertandingi. Eko mampu pada angkatan 141 kg dan 165 kg. Sayangnya saat ingin memecahkan rekor PON dengan beban 167 kg tidak mampu diangkatnya.

Eko merasa kaki kirinya cedera Ostibia Sinistra (patah tulang kering) yang dialaminya paska Olimpiade London 2012 sebulan lalu. Sehingga total angkatan Eko mencapai 306 kg. Medali Perak tetap diraih M Hasbi dengan total angkatan 296 kg dan medali Perunggu diraih Rivaldi Achmad dengan total angkatan 296 kg. Untuk kelas 56 kg terdapat nama Jadi Setiadi memperoleh medali emas.

Lifter asal Lampung tersebut berhasil pada total angkatan 269 kg. Medali perak diraih Surahmat dari Aceh dengan total angkatan 247 kg. Kompatriot Jadi Setiadi yakni Sumar Riyanto memperoleh medali perunggu dengan total angkatan 245 kg.

Pada pertadingan tersebut suasana penonton lebih fokus pada Eko. Sebab lifter binaan PABBSI Balikpapan ini menjadi idola olahraga setelah meraih medali perunggu di ajang internasional olimpiade London 2012.

Penonton meneriakkan namanya kala Eko sedang mengangkat barbel. Tiga kali angkatan Snatch (133 kg, 138 kg dan 141 kg) berhasil diangkatnya. Untuk angkatan 141 kg merupakan rekor baru PON.

Untuk Clean and Jerk kondisi Eko sudah sedikit berkurang. Langkahnya sudah sedikit pincang dan sempat digendong oleh pelatih Lukman usai mengangkat Clean and Jerk 165 kg. Saat diumumkan Eko akan memecahkan rekor membuat penonton kembali bersorak menyemangati. Sayangnya Eko tak mampu mengangkat beban 167 kg dan merasa kesakitan pada kaki kirinya. Namun kegagalan itu tidak membatalkan Eko meraih Emas.

Usai pertandingan Eko dan pelatih Lukman diserbu banyak penggemar serta sempat mendapat selamat dari Wakil Walikota Samarinda Nusyirwan Ismail yang hadir di venue angkat berat dan angkat besi. Eko menanggapi keikutsertaan dirinya pada PON yang tidak tertandingi oleh lifter lain. Sebab Eko memiliki prestasi segundang prestasi diajang internasional.

"Terus terang saja kita butuh materi (bekerja) dan ini menjadi kewajiban saya mempersembahkan medali bagi Kaltim, karena Kaltim sudah membina saya dengan baik selama ini bersama pelatih," katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved