Profesionalisme Perawat Kaltim Disorot
Tribun Kaltim - Rabu, 19 September 2012 19:56 WITA
SAMARINDA, tribunkaltim.co.id
- Saat ini banyak sorotan yan berasal dari masyarakat terhadap
profesionalisme perawat. Demikian dikemukakan Wakil Gubernur (Wagub)
Kaltim Farid Wadjdy saat memberikan sambutan pada wisuda, angkat
sumpah, dan pelantikan Ahli Madya Keperawatan, Kebidanan, dan Analis
Kesehatan, Politeknik Kesehatan (Poltekes), Kementerian Kesehatan
(Kemenkes), Kaltim, yang berlangsung di GOR Segiri, Rabu (19/9) kemarin.
Menurut Farid, perawat kini dituntut bekerja lebih profesional, demi meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. "Saat ini profesionalisme perawat jadi sorotan utama di masyarakat. Dan sorotan ini harusnya menjadi tantangan bagi profesi keperawatan untuk memberikan pelayanan berkualitas, demi memperbaiki citra perawat," tutur Farid.
Farid mengungkapkan, saat ini warga sudah pintar untuk mengetahui sejauh mana profesionalisme seorang perawat. "Warga sekarang sudah semakin pintar. Untuk itu, perawat juga harus meningkatkan kualitasnya," kata Farid.
Kaltim, kata Farid, masih memrlukan banyak tenaga kesehatan. Terutama di daerah perbatasan dan pedalaman. Farid mengungkapkan, idelanya terdapat 1dokter untuk satu desa, dengan rasio 1 dokter untuk 1.000 warga.
"Tapi kondisi yang ada saat ini, 1 dokter itu untuk 4.758 warga. Inikan masih belum ideal. Sehingga, peluang kerja di dunia kesehatan di Kaltim masih terbuka lebar," jelas Farid. (*)
Menurut Farid, perawat kini dituntut bekerja lebih profesional, demi meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. "Saat ini profesionalisme perawat jadi sorotan utama di masyarakat. Dan sorotan ini harusnya menjadi tantangan bagi profesi keperawatan untuk memberikan pelayanan berkualitas, demi memperbaiki citra perawat," tutur Farid.
Farid mengungkapkan, saat ini warga sudah pintar untuk mengetahui sejauh mana profesionalisme seorang perawat. "Warga sekarang sudah semakin pintar. Untuk itu, perawat juga harus meningkatkan kualitasnya," kata Farid.
Kaltim, kata Farid, masih memrlukan banyak tenaga kesehatan. Terutama di daerah perbatasan dan pedalaman. Farid mengungkapkan, idelanya terdapat 1dokter untuk satu desa, dengan rasio 1 dokter untuk 1.000 warga.
"Tapi kondisi yang ada saat ini, 1 dokter itu untuk 4.758 warga. Inikan masih belum ideal. Sehingga, peluang kerja di dunia kesehatan di Kaltim masih terbuka lebar," jelas Farid. (*)
Penulis : Rafan Dwinanto
Editor : Fransina
Hit 390