TribunKaltim/

PDAM KTT Bangun Instalasi Baru di Sedulun

Dalam program kerja 2012 PDAM KTT, berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat dengan menambah kapasitas produksi.

TIDENG PALE, tribunkaltim.co.id- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Tana Tidung sebagai salah satu perusahaan milik daerah, dalam pelayanan air bersih memiliki tanggung jawab dalam mencukupi kebutuhan akan air bersih bagi mayarakat.

Guna mewujudkan tanggung jawab tersebut PDAM KTT senantiasa menjaga komitmen untuk memberikan pelayanan terbaiknya, salah satunya dengan meningkatkan kapasitas produksi air bersih.

Seiring meningkatnya jumlah penduduk, kebutuhan akan air bersih juga mengalami peningkatan jika fenomena ini tidak ditangani secara serius bisa dipastikan krisis air bersih akan melanda warga Tana Tidung, untuk itu, dalam program kerja 2012 PDAM KTT, berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat dengan menambah kapasitas produksi.

“Kemampuan pompa PDAM yang ada hanya mampu mengalirkan sekitar 10 sampai 20 liter perdetik, akibatnya hanya pelanggan disekitar wilayah ibukota kabupaten saja yang teraliri. Untuk memenuhi kebutuhan saat ini PDAM telah membangun Instalasi yang berada di kawasan desa Sedulun. Jika tahun ini bisa selesai akan langsung kami operasikan agar semua masyarakat dapat teraliri air bersih,”kata Imbran, Staff Pelaksana Produksi PDAM Tana Tidung, Jumat (21/9/2012).

Dari 446 pelanggan yang terpasang instalasi air bersih, baru sekitar 376 pelanggan yang teraliri secara aktif. Sedangkan di tahun 2012 daftar tunggu pemasangan instalasi mencapai 900 pelanggan yang terbagi dari dua kecamatan yaitu Sesayap sebanyak 500 Sambungan Rumah (SR), dan kecamatan Sesayap Hilir berjumlah 400 pendaftar.

“Dari 900 pelanggan yang telah masuk ke dalam daftar tunggu, sebagian besar biaya pemasanganya akan mendapatkan subsidi dari Pemerintah Kabupaten, sehingga tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis. Bagi calon pelanggan yang akan memasang instalasi SR dengan biaya pribadi PDAM memasang tarip sebesar Rp 1.105.000,”ujarnya.

Untuk bisa melayani keseluruhan pelanggan, PDAM membutuhkan Instalasi baru dengan kapasitas yang lebig besar dari yang saat ini dimiliki, sehingga masyarakat tidak mengandalkan air hujan untuk kebutuhan sehari – hari baik memasak maupun Mandi Cuci Kakus (MCK).

“Memang kendala kami saat ini kapasitas produksi yang masih minim, namun direncanakan akhir 2012 ini pembangunan instalasi pengolahan air bersih yang ada di desa Sedulun rampung dan segera difungsikan. Nantinya Instalasi pengohan air bersih yang baru akan dimanfaatkan untuk melayani seluruh pelanggan yang ada di dua kecamatan yakni Sesayap dan Sesayap Hilir, serta desa – desa yang terjangkau oleh Instalasi Pengelolaan Air (IPA),”jelasnya.

Upaya lain yang dilakukan PDAM Tana Tidung untuk memuaskan pelayanan kepada pelanggan dengan menstabilkan pendistribusian air bersih, karena untuk saat ini masih bergantian namun masyarakat tidak perlu resah, pasalnya PDAM telah berkomitmen akhir 2012 pendistribusian air bersih bisa berjalan selama 24 jam.

“Berbagai upaya peningkatan pelayanan akan terus kami lakukan, agar masyarakat KTT bisa nyaman menamfaatkan air bersih hasil produksi kami, sehingga warga tidak perlu repot atau mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air bersih dari swasta, yang setiap tangki biasanya dijual dengan harga Rp 50.000, dan tidak lagi menggunakan air hujan untuk keperluan memasak,”tandasnya.

Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help