TribunKaltim/

Pemkab KTT Susun Buku Putih Sanitasi

Pemerintah KTT berkomitmen ikut serta Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman.

TIDENG PALE, tribunkaltim.co.id– Permasalahan sanitasi dan air bersih merupakan persoalan yang sangat mendasar dalam bidang kesehatan. Namun proses pencemaran akibat sanitasi yang buruk membutuhkan waktu lama untuk bisa terlihat dampaknya, membuat sebagian besar masyarakat cenderung mengabaikan bahaya yang dapat ditimbulkanya. Apabila dibiarkan terus maka permasalahan ini akan menjadi bom waktu yang berbahaya bagi lingkungan dan masyarakat.

Melihat keadaan tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Tana Tidung berkomitmen untuk ikut serta dalam Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman (PPSP, keseriusan ini akan diwujudkan dengan melakukan pembenahan kondisi sarana sanitasi dengan membentuk kelompok kerja (Pokja) sanitasi, yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Lembaga Kemasyarakatan, Swasta dan masyarakat secara keseluruhan.

“Pokja ini nantinya bertugas mencari kendala dan hambatan serta merumuskan persoalan yang berkaitan dengan sanitasi, penyususnan buku putih sanitasi dilaksanakan secara partisipatif yang melibatkan para pemangku kepentingan yang berhubungan dengan masalah sanitasi,” ujar Bupati Tana Tidung H Undunsyah, Jumat (21/9).

Beberapa langkah yang harus dilakukan dalam melaksanakan penyususnan buku putih, diawali dengan proses pengambilan data, baik skunder yang tersebar pada berbagai dinas maupun data primer yang berupa servei kelapangan. ”Diharapkan Pokja dapat menganalisa kondisi lingkungan Tana Tidung terkait sanitasi, dimana yang bertindak sebagai ahli adalah dinas terkait,” urainya.

Menurutnya terdapat empat hal yang harus diperhatikan dalam membahas sanitasi, diantaranya sampah, air limbah, drainase dan air bersih. Meskipun air bersih merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang harus terpenuhi, namun Bupati mengakui jika pengelolaanya belum berjalan secara maksimal, meskipun demikian hal ini menjadi perhatian serius Pemkab Tana Tidung agar pelayanan kedepan semakin baik, karena ketersediaan air bersih berhubungan langsung dengan kesehatan.

Bukan hanya pemenuhan air bersih kepada masyarakat yang harus diperhatikan, penanganan air limbahpun juga tidak boleh diabaikan, karena jika tidak ditangai dengan baik dan benar bisa menjadi salah satu sumber penyebab pencemaran lingkungan.

Selain itu sampah juga harus dikelola dengan baik dan benar, khusus untuk sampah perlu kerjasama yang sinergis antara pemerintah dan masyarakat, mengingat bahaya yang dapat ditimbulkan dari sampah jika kepedualian untuk mengelolanya tidak ada.

”Membuang sampah tidak pada tempatnya bisa berakibat fatal bagi kesehatan lingkungan yang dapat berdampak langsung pada kehidupan mahluk hidup salah satunya manusia, sehingga perlu perhatian yang serius dari semua pihak agar pengelolaan sampah di KTT bisa tertangani dengan baik,”paparnya.

Yang terakhir yang perlu diperhatikan adalah drainase, karena jika saluran drainase tidak baik akan menimbulkan bencana alam yaitu banjir, melalui PPSP yang diimplementasikan dengan penyusunan buku putih sanitasi, diharapkan Pokja sanitasi dapat membahas sekaligus merevisi dan menyepakati kondisi sanitasi yang sesuai dengan kondisi saat ini.

“Dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam memproses penyusunan buku putih sanitasi, diharapkan pembangunan dan pengembangan sanitasi di KTT bisa tepat sasaran, karena prosesnya dari masyarakat, untuk masyarakat dan oleh masyarakat,”pungkasnya.

Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help