TribunKaltim/

Polsek Sesayap Sosialisasikan Rambu Lalu-lintas pada Tukang Ojek

Polisi Sektor (Polsek) Sesayap menggelar sosialisasi tertib lalu lintas kepada para tukang ojek.

Polsek Sesayap Sosialisasikan Rambu Lalu-lintas pada Tukang Ojek
TIDENG PALE, tribunkaltim.co.id– Untuk memberikan pemahaman tentang fungsi dan maksud tanda yang ada di dalam rambu – rambu lalu lintas, Polisi Sektor (Polsek) Sesayap menggelar sosialisasi tertib lalu lintas kepada para tukang ojek. Hal ini dilakukan untuk menciptakan budaya tertib lalu lintas di Kabupaten 

Tana Tidung, karena meskipun sudah diberi rambu – rambu dan bahkan di tempatkan petugas di beberapa titik, namun masih banyak ditemui pelanggaran.

Sosialisasi yang diikuti puluhan tukang ojek se KTT ini melibatkan Instansi terkait selain Polsek, yaitu Dinas Perhubungan dan Satpol PP dan Koramil setempat. Kepala Polsek Sesayap AKP. 

Priyadi mengatakan, mematuhi rambu – rambu lalu lintas yang telah di pasang merupakan keharusan bagi para pengguna jalan, tidak terkecuali tukang ojek, sehingga perlu pengenalan kepada tukang ojek dan masyarakat lainya.

“Sesuai dengan Undang – undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas, pasal 106 soal ketertiban dan keselamatan yang menerangkan bahwa, ojek merupakan salah satu angkutan umum, sehingga memiliki tanggung jawab besar menjaga keselamatan terhadap para penumpang maupun tukang ojek yang bersangkutan, untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan pengguna jalan harus paham maksud dari tanda rambu – rambu yang telah dipasang,”kata Kapolsek Sesayap AKP. Priyadi, Minggu (23/9).

Saat memberikan pemahaman, AKP Priyadi memberikan arti dari setiap rambu – rambu sehingga para tukang ojek tersebut memahami berbagai jenis tanda yang ada di dalam rambu – rambu lalu lintas, meskipun di KTT rambu – rambu yang dipasang masih belum standart seperti di kota kota besar lainya.

”Sebagai ibu kota Kabupaten, tentunya Sesayap dan kecamatan lainya akan semakin ramai dengan makin bertambahnya jumlah penduduk, penting bagi masyarakat tersmasuk tukang ojek untuk mengerti fungsi dan maksud penunjuk arah maupun larangan dalam rambu – rambu, sehingga mereka tidak asal menerobos dan semaunya sendiri,”urainya.

Diakui Priyadi, masih banyak pengguna jalan yang tidak mematuhi rambu – rambu yang ada, apalagi saat petugas tidak sedang bertugas di pos penjagaan, masih ada masyarakat yang tidak memakai alat keselamatan maupun melawan arah, padahal pengendara sedang melaju di jalan searah yang seharusnya digunakan untuk arah tertentu.

“Saat petugas ada, pengguna jalan banyak yang mematuhi rambu – rambu, namun saat malam hari yang notabene tidak ada petugasnya, pengendara banyak yang tidak memkai helm dan mengendarai kendaraan di jalur yang bukan seharusnya karena berlawanan arah. Setelah sosialisasi ini undang – undang akan kami berlakukan dengan memberikan tilang bagi pengendara yang melanggar peraturan,”tegasnya.

Selain memberikan pemahaman tentang rambu – rambu lalu lintas, perlengkapan sepeda motor juga harus dilengkapi oleh pengendara, seperti helm, kaca spion, klakson, lampu rem, lampu penunjuk arah dan penggunaan lampu utama. Hal ini sesuai dengan pasal 107 tentang penggunaan lampu utama dan lainya. 

"Para pengguna jalan harus menyalakan lampu utama pada saat malam hari atau pada saat kondisi tertentu, seperti pada saat jarak pandang terbatas karena gelap, hujan lebat, terowongan maupun kabut,”paparnya.

Melalui sosialisasi, diharapkan para tukang ojek mampu menaati peraturan termasuk rambu penunjuk arah, rambu larangan dan rambu himbauan. 

"Jangan sekali – kali melanggar rambu – rambu lalu lintas jika tidak ingin ditilang. Selain itu, kami juga mengingatkan agar para tukang ojek berhati – hati terhadap penumpang atau warga asing yang mencurigakan, karena tindakan kriminalitas sering menimpa warga yang berprofesi sebagai tukang ojek, bila menemukan penumpang yang mencurigakan harap menghubungi petugas untuk ditindak lanjuti,”pungkasnya.
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help