TribunKaltim/

PKK Tana Tidung Kembangkan Batik Tulis

Berbagai pembinaan dilakukan TP PKK KTT untuk memberdayakan anggotanya, salah satunya pengembangan batik tulis dengan corak khas suku tidung.

PKK Tana Tidung Kembangkan Batik Tulis
TIDENG PALE, tribunkaltim.co.id- Ketua Tim Penggerak PKK Umi Suhartini mengatakan, berbagai pembinaan dilakukan TP PKK Kabupaten Tana Tidung untuk memberdayakan anggotanya, salah satunya pengembangan batik tulis dengan corak khas suku tidung. Untuk saat ini batik yang dihasilkan masih digunakan untuk kalangan keluarga dan organisasi kewanitaan yang ada di KTT.

Batik atau seni kerjinan tangan melukis kain yang telah terkenal puluhan tahun, memiliki daya tarik tersendiri untuk dikembangkan di Tana Tidung, karena selain dapat menghasilkan rupiah kegiatan ini juga sebagai media pemberdayaan anggota TP PKK yang mayoritas beranggotakan para ibu.

“Beberapa waktu lalu kita mencoba membuat batik tulis dengan corak khas tidung, dan Alhamdulillah kami sudah dapat memproduksi meskipun jumlahnya masih terbatas, hasil kreasi ibu – ibu PKK baru bisa kita manfaatkan untuk kepentingan organisasi, seperti bahan pembuatan baju seragam,”terang Umi Suhartini, Selasa (25/9).

Meskipun demikian, lanjut Umi, tidak menutup kemungkinan batik asli Tana Tidung bisa dipasarkan ke luar daerah jika produksinya mampu memenuhi permintaan pasar. Untuk itu TP PKK menjalin kerja sama dengan Dinas perindustrian, perdagangan dan koperasi (Disperindagkop) untuk membatu memasarkan, maupun membuat kemasan agar batik KTT memiliki cirri khas tersendiri.

“Biarpun biarpun baru sebatas kalangan sendiri, namun kedepan kita juga menginginkan hasil kreasi anggota TP PKK ini juga di kenal keluar daerah, syukur – syukur banyak peminatnya. Untuk mewujudkan keinginan tersebut kita telah melakukan kerjasama dengan Disperindagkop, agar kegiatan kita ini dibantu,”paparnya.

Untuk memproduksi skala besar, TP PKK Tana Tidung masih kesulitan bahan baku yang selama ini masih didatangkan dari luar daerah terutama pulau jawa, sehingga produksi belum bisa berjalan secara kontinyu. 

”Bila ada bahan kita kerjakan, jika tidak ada anggota langsung melakukan pemesanan bahan baku untuk di kirim ke KTT, Kedepan kami akan mendatangkan tenaga ahli untuk mengembangkan batik dengan menggunakan bahan dari alam, sehingga tidak perlu jauh – jauh mencari bahan pembuatan batik tulis khas Tidung ini,”ujarnya.

Soal harga, Umi mengaku belum bisa memastikan karena selama ini masih batik hasil produksinya, masih digunakan didalam kalangan internal, namun jika peluang pasar ada harga akan di sesuaikan dengan biaya produksi. ”Kalo untuk harga kami tidak bisa mematoknya, karena yang membeli masih para anggota, yang juga ikut membantik,”urainya.

Selaian batik, TP PKK KTT juga memberikan ketrampilan menganyam, menjahit dan Usaha Kecil pembuatan keripik dan kerupuk. ”Pembuatan keripik dan kerupuk juga melibatkan Disperindagkop untu memasarkan hasil olahan, sekaligus membuat kemasan yang menarik agar konsumen tertarik untuk membelinya,”tutur Umi.

Dengan kerja nyata ini diharapkan, anggapan bahwa PKK tidak memiliki peran penting hingga diabaikan oleh masyarakat, dapat kembali dipercaya sebagai salah satu organisasi yang memiliki peran penting dalam membantu pembangunan.

“Tugas TP PKK kedepan terus berkembang seiring dengan perkembangan pembangunan, maka anggota PKK dituntut untuk lebih terampil dan berkualitas dalam pengelolaan maupun pelaksanaan 10 program pokok PKK, baik ditingkat desa maupun kecamatan masing – masing,”pungkasnya.
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help