Bupati Kembali Kritik Sekkab Nunukan
Tribun Kaltim - Selasa, 2 Oktober 2012 12:56 WITA
Berita Terkait
- Tokoh Senior Prihatin Fasilitas Panjat Tebing Nunukan
- Bebas Bersyarat dan Remisi di Nunukan Menunggu Permenkum…
- Satu Lagi Pejabat UPT Dispenda Nunukan jadi Tersangka
- Barang Bukti Curanmor di Balikpapan Bisa Dipinjam…
- Sepekan 538 Kendaraan di Balikpapan Terjaring Operasi…
- Sebelum Kebakaran, Petugas Pemadam Nunukan Terima…
- Kebakaran Hanguskan 5 Bangunan di Jalan Pahlawan Nunukan
- 21 Hari TNI Membangun Desa Tabur Lestari Nunukan
- Pejabat Pemkab PPU Biasa Mark Up Harga
- Kadinkes Nunukan Bantah Nilai IPAL Rp 800 Juta
NUNUKAN,tribunkaltim.co.id-
Bupati
Nunukan Basri, Selasa (2/10/2012) kembali mengkritik sikap Sekretaris Kabupaten
Nunukan Zainuddin HZ yang pura-pura tidak tahu pembongkaran rumah jabatan
Bupati Nunukan di Jalan Ujang Dewa, Sedadap, Kecamatan Nunukan Selatan.
Kemarin kepada tribunkaltim.co.id,
Basri juga menegaskan bahwa Zainuddin tahu proses pembongkaran dan
pembangunan rumah jabatan Bupati yang dimulai dari pembahasan di Tim
Anggaran Eksekutif dan Badan Anggaran Legislatif.
“Mis komunikasi aja. Itu proses sudah berjalan sebagaimana mestinya.
Bahkan surat
itu sudah sampai di mejanya. Berarti dia (Sekkab) tidak baca. Itu mis komunikasi
saja dan itu sudah berjalan dengan normal. Mereka itu kan profesional, bagaimana mekanisme
penghapusan aset segala macam mereka tahu. Kita-kita aja ini, kadang-kadang juga
karena kurang faham sehingga timbul pemahaman masing-masing,” kata Basri, Selasa
(2/10/2012) usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Nunukan.
Sebelumnya kepada wartawan Zainuddin HZ mengaku kaget, karena rumah jabatan dimaksud
ternyata belum dihapuskan sebagai aset Pemkab Nunukan. Yang terjadi bukannya
rehab rumah, melainkan membangun gedung baru. Selaku pengelola aset Zainuddin mengaku tidak tahu
adanya pembongkaran, karena hingga kini belum ada proses penghapusan aset
dimaksud.
Sementara terkait sorotan publik terhadap pembongkaran asat yang baru berusia
tujuh tahun dan bernilai ratusan juta itu, Basri menganggap hal tersebut hanya
karena kesalahfahaman atau pengetahuan yang belum sampai kearah tersebut.
Ia juga memastikan, rehab total rumah jabatan Bupati Nunukan sudah
melalui prosedur yang berlaku. Bahkan ia menyilakan wartawan untuk menanyakan
langsung persoalan itu kepada Jaksa.
Basri meminta, rehab total rumah jabatan Bupati Nunukan tidak perlu
dipersoalkan lagi karena masih banyak persoalan pembangunan yang harus
dilaksanakan pemerintah. Ia juga meminta wartawan tidak membuat berita-berita
yang provokatif terkait rehab total rumah jabatan dimaksud.“Kita berpikir positif, tujuannya untuk perbaikan,” ujarnya.
Penulis : Niko Ruru
Sumber : Tribun Kaltim
Hit 2385