A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Serikat Pekerja Usulkan UMP Rp 1.890.000 - Tribun Kaltim
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribun Kaltim

Serikat Pekerja Usulkan UMP Rp 1.890.000

Kamis, 11 Oktober 2012 22:20 WIB

BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id - Beberapa bulan menjelang akhir tahun, pembahasan upah minimum provinsi (UMP) 2013 mulai digelar. Kendati demikian, pembahasan UMP 2013 ini bakal alot, karena unsur serikat pekerja dari dewan pengupahan provinsi Kaltim mengajukan usulan besaran UMP 2013 sebesar Rp 1.890.000.

M Slamet Brotosiswoyo, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim yang termasuk dalam unsur pengusaha dalam dewan pengupahan, usulan ini terbilang cukup tinggi dibandingkan dengan besaran UMP tahun 2012 sebesar Rp 1.177.000.

"Definisi dari UMP itu adalah pencapaian KHL dan untuk pekerja lajang yang bekerja dalam waktu kurang dari setahun. Kalau dengan UMP Rp 1.890.000 maka kami tentu perlu bertanya  para pengusaha apakah mampu membayar karyawan mereka dengan besaran tersebut, sebagai jaring pengaman. Tetapi industri apa yang mampu membayar sebesar itu, di tengah kondisi saat ini," kata Slamet, Kamis (11/10).

Menurutnya, perekonomian Kaltim yang ditopang dengan industri migas, batubara dan perkebunan, saat ini tengah menghadapi kelesuan dari sektor pertambangan batubara. "Bahkan kami mendapat informasi, anggota Apindo yang akan melakukan efisiensi karena kesulitan dalam pembayaran leasing alat berat maka PHK menjadi salah satu bentuk efisiensi dan mengandangkan alat karena produktivitas menurun," paparnya.

Dengan kondisi ini, kata Slamet, kalangan pengusaha menghadapi situasi yang serba sulit, karena di satu sisi tak ingin buruh tak sejahtera, namun produktivitas juga tak meningkat. Lantas berapa besar kenaikan UMP yang bisa diakomodir pengusaha? Slamet mengaku, kenaikan besaran UMP sekitar 8-10 persen dari UMP tahun sebelumnya masih bisa ditoleransi.

"Tahun sebelumnya, naik sekitar 8 persen dan kalau tahun depan naik sekitar 10 persen maka itu masih bisa ditoleransi," ujarnya.

Sementara itu, Bambang Setiono, Sekretaris Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Provinsi Kaltim yang juga anggota dewan pengupahan Provinsi Kaltim unsur serikat pekerja mengungkapkan, usulan UMP tahun 2013 sebesar Rp 1.890.000 didasarkan pada perhitungan kebutuhan hidup layak (KHL) Rp 1.750.000 ditambah inflasi Kaltim tahun 2012 sebesar 6,8 persen.

"Buruh juga sudah banyak mengalah karena sejak tahun 2005 pencapaian KHL tidak juga bisa dilakukan. Tahun sebelumnya, pencapaian tahapan KHL sudah 76,003 persen jadi kalau tahun depan 100 persen KHL maka itu tidak terlalu drastis naiknya dan wajar saja," kata Bambang, saat dikonfirmasi.
Penulis: Maipah
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Tribun Kaltim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
63701 articles 6 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas