A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Ketika Mucikari Mulai Melirik ABG Asal Nunukan di Sekolah - Tribun Kaltim
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 22 Agustus 2014
Tribun Kaltim

Ketika Mucikari Mulai Melirik ABG Asal Nunukan di Sekolah

Minggu, 21 Oktober 2012 19:38 WIB
NUNUKAN,tribunkaltim.co.id- Sekolah menjadi sarana bagi orang tua untuk menitipkan anak-anaknya, agar hidup si anak menjadi lebih baik dimasa mendatang. Namun apakah orang tua maupun para pendidik khususnya di sekolah-sekolah di Nunukan sadar, jika anak-anak didik ini sudah menjadi incaran para mucikari untuk dieksploitasi?


INI
anak sekolah semua? “Yah rata-rata dibawah 19 tahun. Mereka kelas dua dan kelas III SMA.” Ada berapa anak sekolah? “Banyak stoknya”.  Kamu lihat saja di BB nih fotoya. Pilih saja yang mana maunya, kalau mau, ntar kalau sudah pilih tunjuk aja”. Demikian percakapan antara tim investigasi STI FM dengan seorang mucikari, yang ditayangkan di salah satu radio swasta lokal Nunukan, Jumat (19/10/2012) malam lalu.

Respons pendengar pun bermacam-macam. Ada yang kaget, ada pula yang kesal dengan sang mucikari karena telah mengotori dunia pendidikan di Nunukan.

“Selama ini saya cuma dengar dari teman-teman yang ke Nunukan. Saya pikir ini dorang cuma main-main. Setelah saya dengar, ternyata betul rupanya ada begitu di Nunukan,” kata Giwang Saputra, penelepon dari Tawau, Malaysia memberikan respon terhadap siaran dimaksud.

Mbak Minah, penelpon lainnya tak kalah kesal. “Aduh itu mucikarinya, otaknya di mana yah? Itu seperti anak kamu loh? Kok dijual? Kalau aku ketemu, tak injak-injak itu mucikarinya. Aduh, Ica tobatlah nak. Kembali ke jalan yang benar,” katanya tak kalah seru.

Selama ini di Nunukan pada khususnya, banyak yang menyangka informasi seperti ini hanya isapan jempol belaka. Namun pengakuan sang mucikari membuka mata, betapa bobroknya mental sejumlah pelajar di Nunukan.

Sang mucikari bercerita, bahkan tak hanya pelajar SMA, ia juga sanggup menyediakan pelajar yang masih duduk dibangku SMP. “Yang SMP ada. Selama ini rata-rata yang pakai mereka, orang berumur. Cuma kita rahasiakan identitasnya. Termasuk kamu harus dirahasiakan juga, “ kata sang mucikari.


Menurutnya, para pelajar ini tidak memilih siapapun yang ingin menggauli mereka. Termasuk saat yang ingin menggauli orang-orang tua yang sudah berumur. Sebab diantara mereka hanya menganggap hubungan suami istri itu hanya sebagai hiburan.

Iapun mengaku, perkenalannya dengan para pelajar ini berawal dari online di internet. “Kita online, di situ saling kenal,” ujarnya.


Nantinya sang mucikari cukup memberikan kontak pelajar dimaksud, lalu lelaki hidup belang menhubungi ke nomor hendphone anak dimaksud.
“Tarifnya, kalau yang ini Rp 800.000 ke atas. Kalau yang ini 500-an,” katanya sambil menunjukkan foto yang ada di blackberry messenger miliknya.

Penelusuranpun kemudian dilanjutkan ke pelajar dimaksud. Sebut saja Ica, siswi kelas III di salah satu sekolah di Nunukan. Tanpa ragu-ragu, ia tak malu-malu mengakui jika iapun sekarang masih menjajakan dirinya.

“Ia sih mas, kebanyakan teman-teman sekarang seperti itu. Saya juga seperti itu. Karena saya cuma mau cari kepuasan dan cari duit. Itu saja sih,” kata Ica yang mengaku telah melakukan profesi tersembunyi itu sejak setahun lalu.

Ia mengaku, mulai melakukan hubungan badan saat masih berpacaran. Saat berpacaran itupun, ia mengaku melakukan hubungan suami istri merupakan sesuatu yang wajar. “Awalnya cuma iseng-iseng. Kata teman, mau duit dengan cara cepat? Adakah. Gimana ceritanya? Cari orang untuk dilayani. Bayarannya gede nggak? Gedelah,” ujarnya.


Saat pertama kali melayani pria hidung belang, ia mengaku sangat menyesal melakukannya. Apalagi Ica juga sempat memikirkan masa depannya.
“Mau diapain lagi yah? Kita kan terlanjur rusak, tidak mungkin kembali lagi. Apalagi banyak kebutuhan, pingin ini, pingin itu jadi harus dijalanilah,” ujarnya.
Penulis: Niko Ruru
Editor: Fransina
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
68301 articles 6 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas