A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Mahasiswa Mulai Susun Proposal Tesis - Tribun Kaltim
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 April 2014
Tribun Kaltim

Mahasiswa Mulai Susun Proposal Tesis

Sabtu, 3 November 2012 17:34 WIB
NUNUKAN,tribunkaltim.co.id- Perkuliahan Program Pasca Sarjana Magister ILmu Administrasi bidang minat Magister Administrasi Publik (S2) Universitas Terbuka UPBJJ Samarinda Pokjar Nunukan telah memasuki Tutorial Tatap Muka (TTM) pertemuan terakhir Semester 3.

Dengan demikian seluruh rangkaian mata kuliah telah habis diselenggarakan. Sehingga para mahasiswa tinggal menyelesaikan Tugas Akhir Program Magister (TAPM) yakni menyusun tesis dari hasil penelitian mahasiswa masing-masing.

Perkuliahan program dimaksud sudah berjalan hampir  1 tahun 6 bulan. Saat ini seluruh mahasiswa diberikan tugas menyusun proposal tesis. Diharapkan akhir semester tiga ini proposal tesis telah siap diserahkan ke UT Pusat.


Heru Wihartopo, salah satu mahasiswa peserta perkuliahan PS MAP UT mengatakan, perkuliahan PPS MAP UT Pokjar Nunukan diikuti 21 orang peserta terdiri dari 16 orang laki-laki dan 5 orang perempuan.


“Semuanya PNS yang berasal dari instansi pemerintah. Peserta terbanyak dari Dispertanak terdiri dari 9 orang, BKP3D 3 orang, Sekretariat Kabupaten Nunukan, DPPKAD,  Sat Pol PP dna Linmas, Bappeda, Diknas, Dishutbun, Diskanla, Sekretariat KORPRI  dan Kantor Camat Nunukan Selatan masing-masing satu orang,” ujarnya.


Menurut Heru,perkuliahan di UT sebenarnya lebih murah dan lebih pas bagi PNS yang ingin berusaha meningkatkan kapasitas kemampuan SDM diri, tanpa harus meninggalkan tugas pokok dan fungsi kita sebagai PNS.
“Kita bisa mengikuti perkuliahan di tempat kita sendiri, karena dosen tutorial tatap muka dari Universitas yang bekerja sama dengan pihak UT (saat ini dosen dari UGM Yogyakarta) yang hadir ke tempat kita,” katanya.


Berbicara soal kualitas penyelenggaraan perkuliahannya, di UT sangat disiplin dengan jadwal yang telah terprogram rapi dan mantap. Baik untuk sistem online maupun sistem tutorial tatap muka.

“Tak bisa perkuliahan dipadatkan atau dipersingkat. Sama saja dengan perkuliahan regular hanya bedanya kita melalui online dan Tutorial Tatap Muka (TTM),” katanya.


Pembelajaran berjalan terus sesuai dengan jadwal perkuliahan yang telah diatur sedemikian tertib  sehingga bagi mahasiswa yang tidak rajin dan tekun mengikuti proses belajar akan ketinggalan. Pihak UT, sebutnya, tak mau tahu dengan keteledoran mahasiswa. Mereka yang terlambat akan tertinggal.


“Aturannya seperti itu ya pelaksanaannya seperti itu. Paling yang bisa diubah hanya waktu TTM. Itupun kalau ada benturan misalnya seperti kemaren hampir bersamaan dengan Hari Raya Idul Fitri maka diundurkan 1 minggu. Setelah itu ya berjalan normal lagi,” kata Muhtar yang juga pengurus Pokjar S2 MAP UT Nunukan.


Soal keabsahan ola penyelenggaraan pendidikan jarak jauh di Nunukan, ia mengatakan, dari dulu UT adalah satu-satunya yang memiliki izin penyelenggaraan pendidikan jarak jauh yang dikeluarkan Dirjen Perguruan Tinggi Kemendiknas RI. Sehingga tidak perlu khawatir bagi PNS.


“Kalau lulusan dari UT itu tetap akan di akui oleh BKN. Justru sistem belajar jarak jauh yang selain UT yang diselenggarakan di Nunukan itu yang tidak di akui oleh BKN. Yang jadi permasalahan itu kalau PNS yang ikut program belajar di UT tetapi belum ada ijin belajar dari atasannya yang berkewenangan memberikan izin belajar,” ujarnya.


Saat ini izin belajar bagi 21 PNS yang ikut Program MAP UT tersebut masih dalam proses pengurusan. “Telaahan untuk permohonan izin belajar bagi 21 orang PNS yang ikut Program Belajar di MAP UT telah diajukan oleh pihak BKDD Kabupaten Nunukan ke atas dan kita menunggu hasilnya. Memang dijumpai ada beberapa orang yang masih belum memenuhi persyaratan dikeluarkannya izin belajar, sehingga yang belum bisa diberi izin belajar, ya harus bersabar dulu,” kata Kepala BKDD Nunukan Syaparuddin saat diklarifikasi oleh salah seorang mahasiswa peserta program belajar PS MAP UT.
Penulis: Niko Ruru
Editor: Fransina
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
76261 articles 6 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas