A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Besaran UMK Balikpapan 2013 Masih Digodok - Tribun Kaltim
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Tribun Kaltim

Besaran UMK Balikpapan 2013 Masih Digodok

Jumat, 9 November 2012 21:58 WIB
BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id - Pemkot Balikpapan masih terus mencari jalan tengah terbaik guna memutuskan besaran Upah Minimum Kota (UMK) pasca-disahkannya Upah Minimum Provinsi (UMP) 2013  yang melonjak tinggi hingga ke angka Rp 1.752.000.

Ditemui Tribun, Jumat (9/11) Walikota Balikpapan Rizal Effendi menuturkan setalah disahkan Pemvrov, salinan keputusan tentang besaran UMP yang menjadi dasar penetapan UMK bagi daerah tingkat II sebenarnya sudah sampai di pihaknya.

Namun sampai saat ini dirinya masih terus melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait terutama kalangan pengusaha dan serikat pekerja mengenai berapa besaran UMK yang bisa dikatakan ideal untuk Balikpapan.

Secara umum ia sebenarnya menginginkan agar besaran UMK bagi para pekerja tak terlampau jauh dengan kualitas hidup layak (KHL) kota Balikpapan yang mencapai kurang lebih Rp 1,6 juta. Pihak Apindo pun menurut pengakuannya pernah mengajukan besaran UMK 2013 sebesar Rp 1,4 juta sebelum keputusan dari Gubernur itu keluar.

Namun seiring terbitnya keputusan Gubernur tentang besaran UMP mau tidak mau dirinya harus megikuti ketentuan tersebut, karena secara aturan besaran UMK di tiap Kabupaten/Kota harus melebihi atau minimal sama dengan UMP.

"Serikat inginnya tinggi tapi saya tidak tahu berapa keinginan serikat yang terakhir. Tapi, tentu dia inginnya sama atau di atas KHL. Kalau mau jujur mereka inginnya sesuai KHL atau di atas KHL. Selama ini 80 persen saja di atas KHL sudah baik," katanya.

Namun sekali lagi ia menegaskan pihak Pemerintah tak ingin terburu-buru untuk menetapkan besaran UMK bagi para pekerja, karena khawatir kondisi ini justru melemahkan iklim usaha di Balikpapan seperti adanya pengurangan tenaga kerja, ataupun penghapusan berbagai tunjangan yang seharusnya merupakan hak karyawan.

"Karena ketentuannya begitu cuma mereka harus waspada juga jangan sampai gara-gara itu pengurangan tenaga kerja, penghapusan berbagai tunjangan," katanya.

Apalagi dalam beberapa waktu ke belakang banyak kalangan pengusaha di Kaltim yang mengalami berbagai kendala dalam melanjutkan kegiatannya. Misalnya, penurunan harga batu bara, kenaikan tarif  dasar listrik (TDL) yang tentunya juga mempunyai pengaruh besar dalam kelangsungan aktivitas mereka. (*)
Penulis: Januar Alamijaya
Editor: Sumarsono
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas