A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Aji Sofyan: Besaran UMP Kaltim sudah Sangat Sesuai - Tribun Kaltim
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 24 Agustus 2014
Tribun Kaltim

Aji Sofyan: Besaran UMP Kaltim sudah Sangat Sesuai

Minggu, 11 November 2012 19:46 WIB
SAMARINDA, tribunkaltim.co.id - Upah Minimum Provinsi (UMP) Kaltim yang sudah ditetapkan sebesar Rp 1.752.000 sudah layak bahkan masih sangat kurang. Demikian dikatakan Aji Sofyan, ekonom asal Unmul Samarinda belum lama ini.

Menurut Sofyan, maka penentuan Upah Minimum Kabupaten/Kota harus menyesuaikan dengan UMP tersebut. "Kalau gubernur mengambil kebijakan UMP Rp 1.752.000, saya pikir itu sangat adil sekali. Bahkan menurut saya, itupun masih belum cukup dengan tingkat hidup di Kaltim yang begitu tinggi," katanya.


Terutama Samarinda, sebagai salah kota selain Tarakan dan Balikpapan yang menjadi barometer inflasi di Kaltim. "Tapi perlu diketahui, upah minimum di kabupaten/kota disesuaikan dengan taraf inflasi yang terjadi. Inflasi Kaltim termasuk tinggi, ada tiga kota yang menjadi barometer yakni Balikpapan, Samarinda dan Tarakan. Tiga kota ini yang menjadi patokan untuk menentukan harga di Kaltim. Tiga wilayah ini yang berhubungan dengan persoalan - persoalan inflasi," katanya.


Kenapa tinggi, lanjutnya, tipikal daripada ekonomi yang pusat pertumbuhan ekonominya di tiga wilayah dengan basis, minyak, gas bumi dan pertambangan umum termasuk batu bara didalamnya sangat tinggi mempengaruhi kenaikan harga - harga.

"Makanya kenapa gaji karyawan di tiga lapangan tadi tinggi. Ini mempunyai dampak kepada mereka yang mempunyai penghasilan tetap seperti PNS," katanya.


Tingginya harga di 3 kota ini jugalah dikatakannya yang menjadi pertimbangan gubernur untuk menentukan UMP tadi. "Jika angka Rp 1.752.000 itu dapat dipenuhi maka  apa yang disebut dengan keseimbangan kemampuan berbelanja akan tercapai. Angka Rp 1.752 itu saya katakan masih angka yang pas-pasan. Tapi saya mendukung penuh dibanding sebelumnya," katanya.

Dunia perusahaan yang ada di Samarinda diharapkan taat hukum dan juga. Karena penentuan UPM tadi berdasarkan keputusan tiga pihak, pengusaha, pemerintah dan karyawan.

"Saya yakin, bila perusahaan mengaji secara adil maka dia akan memperoleh mamfaat. Kedua, perusahaan jangan hanya mengeksploitasi dengan jam kerja ketat tapi hanya digaji tidak sampai Rp 1.752.000. Ini kan riskan juga," katanya.

Perusahaan menurutnya harus memandang secara luas bahwa kenaikan gaji karyawan sesuai UMP atau UMK bukan sebagai kenaikan biaya (cost) tapi investasi. Karyawan yang digaji tinggi maka sense of belonging ( rasa memiliki) akan perusahaan juga akan tinggi. Akibatnya, produktifitas juga akan tinggi dan menguntungkan perusahaan.

"Saya tidak dapat membayangkan perusahaan yang karyawannya keluar masuk, hanya bertahan 1 atau 2 bulan hanya karena persoalan gaji. Perekrutan karyawan juga membutuhkan cost.. Mendidik, training, memerlukan cost. kenapa karyawan yang ada tidak dipupuk," katanya.
Penulis: Doan E Pardede
Editor: Fransina
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
80822 articles 6 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas