Laskar Merah Putih Kaltim Duduki Kantor PT JMB di Samarinda

LMP Samarinda dan Kukar, Kamis (22/11/2012), melakukan aksi penutupan Kantor PT Jembatan Muara Bara (JMB)

SAMARINDA, tribunkaltim.co.id - Laskar Merah Putih (LMP) Samarinda dan Kabupaten Kutai Katanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim) Kamis (22/11/2012) melakukan aksi penutupan Kantor PT Jembatan Muara Bara (JMB) yang berada di Kompleks Mahakam Square 18 Samarinda. Aksi ini mendapat pengawalan ketat aparat Kepolisian dipimpin langsung Kapolsek Sungai Kunjang Muh Hatta.

Puluhan anggota LMP gabungan Samarinda dan Kukar yang di pimpin langsung Ketua LMP Kaltim Syeh Maulana sekitar pukul 12.15 Wita menyerbu masuk dalam kantor JMB. Sontak saja,  pegawai di ruangan administrasi yang kebanyakan wanita tersebut berhamburan keluar ruangan. Kondisi itu diperpanas dengan teriakan melalui mikropon untuk menghentikan aktifitas dan meninggalkan kantor.

Menurut Arie Yannur, kordinator aksi, latar belakang aksi ini dilakukan karena LMP menilai perusahaan tambang batubara yang terletak di desa Buana Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kukar dengan luas sekitar 304 hektar tersebut selama ini dikuasai perusahaan menggunakan anggaran APBN tersebut. PT JMB juga tidak memberikan ganti rugi terhadap pemilik lahan yang mengakibatkan ratusan petani mengalami kerugian puluhan miliar rupiah.

"Kami tunggu hari ini harus ada keputusan untuk membayar ganti rugi lahan warga, kalau tidak maka kami akan duduki kantor ini dan besok kami akan terjunkan 500 anggota untuk melakukan hal yang sama di lokasi karena bulan Sempember yg lalu sudah ada kesepakatan di kantor pusat jakarta untuk membayar dulu 19 KK namun sampai saat ini PT JMB menghindar jadi kalau tidak ada keputusan kami akan duduki kantor ini," tandas Arie.

Akhirnya, pihak PT JMB yang diwakili Tri Hardjanto dan LMP menyepakati beberapa hal diantaranya akan diadakan pertemuan lanjutan pada 27 November mendatang dengan menghadirkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk melakukan pengukuran ulang atau pengembalian batas. Dan juga, LMP akan melaporkan PT JMB ke Polresta Samarinda atas dugaan memiliki sertifikat palsu.

Menanggapi hal ini, Tri Hardjanto mengatakan bahwa pertemuan tanggal 27 November mendatang sangat dipaksakan dan pihaknya merasa tertekan. Dan terkait penguasaan kantor, pihaknya juga akan melaporkan LMP ke Polresta Samarinda.

"Cara menguasai kantor dengan mengusir semua karyawan keluar, ini sangat tidak dibenarkan dan akan segera kita laporkan kepada pihak kepolisian," kata Tri.

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Fransina Luhukay
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved