Sabtu, 29 November 2014
Tribun Kaltim

13 Perwira Polres Nunukan Bergeser

Jumat, 28 Desember 2012 20:16 WIB

13 Perwira Polres Nunukan Bergeser
Tribunkaltim/Niko Ruru
Kapolres Nunukan AKBP Achmad Suyadi melepas tanda jabatan Kasat Reskrim dari AKP Ardian Rahayudi.
NUNUKAN,tribunkaltim.co.id- Sebanyak 13 perwira dilingkungan Polres Nunukan, Jumat (28/12/2012) hari ini bergeser dari jabatannya. Serah terima jabatan yang dipimpin Kapolres Nunukan AKBP Achmad Suyadi berlangsung  di Lapangan Tri Brata Mapolres Nunukan.

Para perwira yang bergeser tersebut yakni Kabag Sumda Kompol Agustiar yang digantikan AKP Haji Untung Mulyono. Sementara jabatan yang ditinggalkan Untung sebagai Kasat Lantas Polres Nunukan akan dijabat Iptu Edi Haruna, yang sebelumnya perwira pertama Polres Nunukan.

Sementara Kasat Reserse Kriminal Ardian Rahayudi bergeser sebagai penyidik kriminal khusus Polda Kaltim. Jabatan yang ditinggalkan Ardian diisi AKP Suparno yang sebelumnya perwira pertama Polres Nunukan.

Kasat Reserse Narkoba Iptu Devi Sujana akan menjabat sebagai Kapolsek Bengalon, Kutai Timur. Ia digantikan AKP Toko Maju Panjaitan yang sebelumnya menjabat Kasubbag Bin Ops Bag Ops Polres Nunukan.

Kapolsek Nunukan AKP Imam Muhadi bergeser dan digantikan Iptu Syahrir yang sebelumnya menjabat sebagai Kaur Bin Ops Sat Lantas Polres Nunukan. Sedangkan Kapolsek Sebuku AKP I Made Bawe Yasa yang telah memasuki masa pensiun digantikan Iptu Alyadi yang sebelumnya perwira pertama Polres Nunukan.

Kapolsek Sebatik Barat Iptu Djoko Purwanto bergeser dan digantikan Ipda Sunaryadi Marsunu yang sebelumnya menjabat Kanit Resum Sat Reskrim Polres Nunukan.

Kapolres Nunukan mengatakan, Agustiar, Ardian, Devi, Imam, Joko Purwanto akan meninggalkan Polres Nunukan karena mendapatkan jabatan baru. Sementara I Made akan berakhir melaksanakan tugasnya dikepolisian.

Menurutnya para perwira yang dimutasi ini merupakan pejabat berprestasi yang memproleh promosi jabatan. Setelah memenuhi syarat menduduki jabatan baru dan kenaikan pangkat yang baru, tentu mereka tidak selamanya duduk pada jabatannya saat ini.

“Tentu mereka akan mencari jabatan yang baru. Jadi AKP naik ke kompol. Bukan kinerja mereka tidak optimal, tetapi mereka mendapatkan promosi jabatan. Seperti AKP Untung dia mendapatkan job Kompol,” ujarnya.
Achmad Suyadi berharap, mereka yang telah memiliki prestasi yang sudah bagus terus berupaya maksimal meningkatkan prestasinya.

“Tentunya kita mengharapkan tidak melanggar aturan. Harapan kita, mereka bekerja lebih optimal lagi dengan yang sudah ada,” ujarnya.

Ia mengatakan, serah terima jabatan dilingkungan organisasi manapun merupakan hal yang biasa terjadi. Begitu juga dilingkungan organisasi Polri. Hal ini dilakukan disamping menjalankan dinamika organisasi, juga menjaga proses regenasi tetap berlangsung. Ini juga dilakukan dalam upaya meningkatkan karier yang bersangkutan, sehingga organisasi Polri sebagai institusi tetap eksis dan berkembang melaksanakan tugas pokok sesuai yang diamanatkan undang-undang.

“Karena itu, apabila kita membicarakan suatu jabatan dalam organisasi pada dasarnya kita akan melihat bagaimana kemampuan seseorang dalam memimpin dan menjalanakan roda organisasi yang telah dipercayakan kepadanya dalam menghadapi tantangan tugas dengan berbagai perubahan situasi dilingkungan yang dihadapinya,” ujarnya.

Dalam upaya untuk pembenahan organisasi, tentu yang perlu diperhatikan saat terjadinya pergantian pejabat yakni, perlu disyukuri namun disisi lain perlu introspeksi kinerja.

“Manakala kita melakukan tugas dengan baik, akan mendapatkan promosi jabatan dengan baik pula. Namun manakala kita melakukan atau menciderai kepercayaan yang telah diberikan tentunya akan menghambat daripada karier saudara sekalian,” katanya.
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas