• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribun Kaltim

Polresta Samarinda Ungkap Praktek Prostitusi Anak di Bbawah Umur

Rabu, 16 Januari 2013 22:52 WIB

Polresta Samarinda Ungkap Praktek Prostitusi Anak di Bbawah Umur
Ilustrasi
SAMARINDA, tribunkaltim.co.id - Polresta Samarinda berhasil mengungkap praktik prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur. Semula, kasus ini diduga merupakan perdagangan manusia atau ang lazim disebut trafficking.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Arief Prapto Santoso mengungkapkan, praktek prostitusi anak di bawah umur ini bermula dari informasi yang diperoleh dari masyarakat. "Seperti biasa, kami mendapat informasi, kemudian kita kembangkan dan kita lakukan pengungkapan," papar Arief, Rabu (16/1/2012).

Setelah melalui proses pemeriksaan, N, sang mucikari, dikenakan pelanggaran penjajaan atau menjual jasa seks ke orang lain, dengan mengambil keuntungan. Tidak hanya itu, N juga dikenai UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

"Unsur traficking seperti, disertai ancaman, dilakukan dengan cara kekerasan seperti penculikan atau penyekapan, kemudian dieksploitasi tanpa persetujuan korban," jelas Arief.

Sementara, dalam kasus ini, korban yang terdiri dari H, F, dan N secara sukarela memberikan persetujuan kepada N untuk menjadi mucikari mereka. "Hanya saja, diantara ketiga korban, ada yang berusia 16 tahun dan 18 tahun, jadi kena UU Perlindungan Anak," papar Arief.

Arief mengaku, sebagai kota besar, Samarinda memiliki kerawanan terhadap praktek trafficking. Namun demikian, pengungkapan kasus traficking tergolong sulit diungkap, lantaran harus memenuhi beberapa unsur.

"Potensi trafficking tentu ada, karena kita ketahui, Samarinda ini merupakan kota besar. Tapi ya itu tadi, pengungkapannya tak semudah membalik telapak tangan, karena banyak unsur yang harus dipenuhi," tandas perwira dengan melati tiga tersebut.
 
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, N mengaku baru dua bulan menjalani profesi sebagai mucikari. Dalam sekali transaksi, N mengambil keuntungan sekitar Rp 200 ribu. "Berdasarkan pengakuan, untuk sekali kencan tarifnya Rp 700 ribu, di mana Rp 200 ribunya untuk si N," kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Feby DP Hutagalung, menambahkan.


Diketahui, kasus ini terungkap di salah satu hotel berbintang di Samarinda. Polisi yang mulanya mencurigai adanya praktek traficking lantas melakukan penyelidikan, dan berhasil mengamankan tiga korban dan satu pelaku (N).
Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Fransina
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas