A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Tersangka Pertama Kasus Dana Aspirasi DPRD Kutai Timur Ditahan - Tribun Kaltim
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Tribun Kaltim

Tersangka Pertama Kasus Dana Aspirasi DPRD Kutai Timur Ditahan

Rabu, 16 Januari 2013 23:25 WIB
Tersangka Pertama Kasus Dana Aspirasi DPRD Kutai Timur Ditahan
Ilustrasi
SANGATTA, tribunkaltim.co.id- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sangatta akhirnya menahan tersangka pertama dalam kasus penyaluran dana bantuan sosial dengan skema aspirasi anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur tahun 2011.


Tersangka yang berinisial AU tersebut berperan dalam mengkoordinir penyaluran dana aspirasi anggota DPRD Kutim yang berinisial SM. Penahanan AU ini dinilai akan menjadi pintu untuk menguak tabir kasus dana aspirasi tersebut.


Kepala Kejaksaan Negeri Sangatta, Didik Farkhan, SH, MH, Rabu (16/1/2013), mengatakan AU akan ditahan selama 20 hari ke depan, terhitung sejak Rabu (16/1/2013) malam, untuk kepentingan penyidikan. AU dititipkan di ruang tahanan Mapolsek Sangatta.


"AU diketahui mengkoordinir penyaluran bansos aspirasi anggota DPRD Kutim berinisial SM. Dari temuan awal kami, ada sekitar 15 proposal yang terindikasi fiktif yang dikoordinir tersangka. Kami garis bawahi ini masih temuan awal," katanya.


Dari 15 proposal fiktif tersebut, terindikasi terdapat kerugian negara sekitar Rp 600 juta. "Modusnya mayoritas proposal fiktif. Ada juga sebagian kecil yang disalurkan, namun tidak sesuai peruntukannya. Nilai Rp 600 juta itu juga masih perhitungan awal dan bisa terus berkembang. Kami akan melanjutkan penyidikan," katanya.


Yang menarik, ternyata tersangka sudah berupaya mengembalikan dana Rp 600 juta ke kas daerah. "AU melakukan penyetoran kembali dana sekitar Rp 600 juta dalam beberapa tahap. Dia menyetor kembali ke rekening kas daerah dengan alasan ada kesalahan peruntukan," katanya.


Pihak Kejari rencananya akan menarik dana tersebut sebagai barang bukti dalam penyidikan. Namun pengembalian keuangan negara tidak akan menghilangkan tindak pidananya. Kajari juga menegaskan pihaknya berkomitmen untuk mengusut tuntas permasalahan dana aspirasi ini secara profesional.


"Kami akan bekerja secara profesional dalam mengusut kasus ini. Kami juga tidak punya tendensi membidik anggota DPRD tertentu. Namun menguak sebuah kasus tentu harus ada awalnya. Dan ini adalah tahapan awal. Kami akan bekerja profesional tanpa tebang pilih," katanya.
Penulis: Kholish Chered
Editor: Fransina
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas