Sabtu, 20 Desember 2014
Tribun Kaltim

Tribunners / Citizen Journalism

Suhu Balikpapan Capai Titik Ekstrem

Senin, 21 Januari 2013 19:26 WIB

Suhu Balikpapan Capai Titik Ekstrem
tribun kaltim/sugi cahyadi
* Dampak Badai Tropis Narelle

Oleh:  Bony S.P

Meteorologist BMKG Balikpapan

Beberapa hari terakhir ini, di berbagai media massa, baik media elektronik maupun media cetak termasuk koran Tribun Kaltim selalu menyajikan berita tentang badai Tropis Narelle yang terjadi di selatan jawa-Bali serta dampak buruk nya terhadap beberapa daerah di Indonesia.

DAMPAK dari badai ini mulai dari hujan deras, angin kencang hingga gelombang laut yang begitu tinggi. Daerah-daerah yang kena dampak tersebut mulai dari Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Kalimantan Selatan dan Tengah.

Terus untuk Balikpapan apa ada dampaknya? Pada saat saya jogging sore hari tanggal 8 januari 2013, saya merasakan suhu udara di Balikpapan saat itu begitu panas dan saya rasa ini tidak seperti biasanya di bulan Januari ini. Selain itu, beberapa orang yang saya temui sempat berkata, kira-kira begini: "Kok Suhu Balikpapan Panas Sekali?"

Selama 3 hari setelah tanggal 8 januari 2013, suhu udara maksimum harian Balikpapan yang tercatat di BMKG Balikpapan berada pada angka  lebih besar dari 33C. Suhu maksimum tertinggi tercatat pada tanggal 8 januari 2013 sebesar 34,5 C. Padahal di minggu sebelumnya suhu maksimum harian hanya berkisar antara 30- 32C. Itupun untuk suhu maksimum 32 C pada minggu sebelumnya, hanya terjadi pada 2 hari saja yaitu tanggal 6 dan 7 Januari 2013.

Apakah suhu udara tanggal 8 januari tersebut tergolong ekstrem? Jawabannya iya. Karena berdasarkan data normal suhu maksimum Januari Balikpapan selama 30 tahun mulai dari tahun 1981-2010, normal suhu maksimum Balikpapan pada bulan Januari adalah 30,9C. Perbedaan suhu maksimun tanggal 8 januari 2013 dengan nilai Normal Bulan Januari adalah sebesar 3,6 C (34,5C-30,9C).  

Di saat daerah lain mengalami cuaca buruk akibat badai tropis Narelle berupa hujan lebat, dan angin kencang, justru di Balikpapan selama 3 hari mulai dari tanggal 8 Januari 2013 mengalami suhu maksimum harian yang tinggi, hujan pun yang terjadi di atas tanggal 8 januari tersebut hanya terjadi 1 hari. Sedangkan untuk bulan januari ini baru tercatat 4 hari hujan dan masih tergolong hujan ringan.


Sebetulnya badai tropis Narelle masih mempengaruhi kondisi Balikpapan. Pengaruhnya adalah kecepatan angin untuk level di atas 3.000 feet (900meter) bisa dikatakan cukup kencang yaitu diatas 20 knot (40Km/jam).


Hal ini yang merupakan salah 1 faktor yang menghambat pertumbuhan awan-awan hujan di Balikpapan. Karena saat awan awan mulai tumbuh di atas daratan pada siang hari, maka perkembangan awan konvektif penyebab hujan tersebut akan terhambat dan hilang  karena di "buyarkan" oleh kencangnya angin di atas level 3.000 feet (900m).


Karena minimnya awan-awan konvektif yang tebal tersebut yang juga turut andil sehingga suhu maksimum di Balikpapan pada tanggal tanggal tersebut menjadi tinggi. Karena Salah satu yang mempengaruhi tinggi rendahnya nilai dari suhu udara adalah banyak sedikitnya awan awan tebal. Saat awan awan tebal banyak muncul di atas daratan pada siang hari maka hal tersebut dapat meghalangi sinar matahari yang menuju ke daratan sehingga suhu udara pun jadi turun, begitu juga sebaliknya saat awan awan tebal sedikit muncul di atas daratan pada siang hari, maka sedikit juga halangan sinar matahari menuju daratan.

Akhir kata, bersyukurlah bahwa badai tropis Narelle yang berada di Samudera Hindia selatan Jawa-Bali tidak terlalu menimbulkan dampak buruk ke kota tercinta kita Balikpapan seperti hujan lebat dan angin kencang seperti yang terjadi di daerah-daerah lain di Indonesia. Namun tetap waspada dengan perubahan cuaca yang bisa berubah begitu cepat, dan tentu saja tetap pantau prakiraan cuaca Balikpapan dari web BMKG maupun dari koran Tribun Kaltim ini yang juga bersumber dari BMKG. (*)
Editor: Fransina
Sumber: Tribun Kaltim
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com

TRIBUNnews.com © 2014

About us

Help

Atas