• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribun Kaltim

UMK Samarinda Direkomendasikan Rp 1.752.500

Senin, 21 Januari 2013 19:58 WIB
UMK Samarinda Direkomendasikan Rp 1.752.500
Ilustrasi
SAMARINDA, tribunkaltim.co.id - Rekomendasi besaran Upah Minimun Kota (UMK) Samarinda kini sudah berada di meja Gubernur Kaltim untuk mendapatkan persetujuan. Demikian diungkapkan Sekretaris Dewan Pengupahan Kota Samarinda Eddy Hariadi, Senin (21/1/2013).


Besaran UMK yang direkomendasikan walikota ke Gubernur yakni Rp 1.752. 500. Lebih besar dibanding UMP Kaltim yang ditetapkan di angka Rp 1.752.000. "Rekomendasi besaran UMK sudah dikirim ke Gubernur, melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kaltim," ungkap Eddy.


Eddy memaparkan perwakilan pengusaha, perwakilan buruh, dan perwakilan pemerintah sepakat menyerahkan keputusan besaran UMK ke Walikota Samarinda Syaharie Jaang.


Diketahui, sebelumnya, dalam rapat pembahasan UMK di Kantor Disnaker Samarinda November lalu, unsur pengusaha mengusulkan UMK Samarinda tahun 2013 sebesar Rp 1.489.262 atau 85 persen dari angka KHL Samarinda yang ditetapkan sebesar Rp 1.752.073, sedangkan unsur serikat pekerja mengusulkan UMK sebesar Rp 1.857.197 atau 106 persen dari
KHL. Sementara unsur pemerintah mengusulkan UMK Rp 1.752.500 atau 100,002 dari KHL.


"Dalam pertemuan terakhir semua unsur di Dewan Pengupahan Kota sepakat menyerahkan besaran rekomendasi UMK ke Walikota. Jadi, berapapun angka yang diusulkan walikota akan disepakati semua unsur," papar Eddy.


Meski demikian, Eddy tidak mengetahui pasti kapan keputusan besaran UMK 2013 Samarinda, akan disetujui Gubernur. "Ya kami berharap paling tidak sebelum akhir Januari sudah ada keputusan Gubernur," jelasnya.


Kendati penetapan UMK Samarinda melewati Januari ini, menurut Eddy, hal tersebut tak akan memengaruhi pelaksanaan UMK. "UMK itu tetap berlaku mulai 1 Januari 2013 sampai 31 Desember nanti," katanya lagi.


Dijelaskan, besaran UMK merupakan total dari Gaji Pokok dan Tunjangan Tetap. "Jadi, jumlah gaji pokok dan tunjangan tetap itu tidak boleh kurang dari besaran UMK. Artinya, total dua komponen tadi minimal sama dengan UMK. Kalau tunjangan tetap itu bentuknya tergantung masing-masing perusahaan," beber Eddy.
Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Fransina
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas