NUNUKAN,tribunkaltim.co.id- Sedikitnya 40 personil pemadam kebakaran, didukung  6 unit truk dan 2 mobil penunjang, Kamis (14/2/2013) diterjunkan untuk memadamkan api di kawasan padat penduduk di Kampung Rell, Kelurahan Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan.

Selain padat penduduk, akses jalan masuk ke kawasan ini juga sangat sempit dan sulit dijangkau mobil pemadam kebakaran.


Upaya pemadaman ‘kebakaran’ ini merupakan simulasi yang digelar untuk meningkatkan kesigapan personil pemadam kebakaran. Dengan simulasi yang melibatkan satu peleton, yang didalamnya terdiri dari sembilan regu, diharapkan jika kelak terjadi kebakaran di kawasan dimaksud, api bisa secepatnya dipadamkan sehingga tak menyebarluas. Selain itu, kerugian dan korban juga bisa diminimalisir.


Hartono, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Kebersihan Pertamanan Pemakaman dan Pemadam Kebakaran Nunukan mengatakan, simulasi sengaja dilakukan di wilayah padat pemukiman, agar personil pemadam kebakaran bisa mengetahui medan dan menguasai teknik dengan melihat situasi di lapangan.


Maksud simulasi ini yang pertama, kita tentu bisa lebih familiar dengan kondisi perkampungan penduduk dipandang dari aspek pemadam kebakaran, ujarnya.


Ia mengatakan, dengan simlasi tentu personil bisa mengetahui teknik dan strategi penanggulangan kebakaran di wilayah dimaksud. Sehingga jika ada laporan kebakaran, dari markas komando mereka sudah tahu yang harus dilakukan di lapangan.


Kita meluncur tidak bingung lagi. Formasi apa yang kita gunakan? Kita sudah tahu karena sudah berlatih dan sudah tahu teknik maupun strategi. Penanggulangan kebakaran bisa kita lakukan secapatnya, ujarnya.


Latihan  rutin seperti ini akan digelar hingga tiga minggu kedepan dengan berpindah-pindah ke pemukiman penduduk. Dengan begitu, personil bisa menguasai lokasi yang rawan kebakaran.
Sehingga daerah itu sudah bisa kita buatkan standar operasional prosedur (SOP) kalau ada kebakaran, ujarnya.


 Latihan hari ini tidak melibatkan semua unit. Sebab ada sebagian yang harus stand by id markas komando maupun pos-pos pemadam.


Nantinya, semua peleton harus melakukan simulasi di daerah yang sama. Pada simulasi itu, m
asing-masing komandan peleton diberikan kewenangan untuk melaksanakan strategi simulasi pemadaman kebakaran sesuai dengan kemampuan mereka.


“Nantinya seluruh komandan peleton berembuk. Ini yang akan dijadikan SOP,” ujarnya.