Rabu, 10 Juni 2026

Geliat Urbanlife

Sediakan Layanan Antar Jemput Laundry

Ferdy menyediakan jasa antar dan jemput dengan harga tambahan yang dibicarakan dengan pelanggan.

Tayang:
Penulis: Doan E Pardede | Editor: Fransina Luhukay
zoom-inlihat foto Sediakan Layanan Antar Jemput Laundry
tribun kaltim/nevrianto hardi prasetyo
Layanan antar jemput di Indri laundry di Jl KS Tubun Samarinda.
TRIBUNKALTIM.co.id - Padatnya aktivitas membuat sebagian orang memilih jasa laundry untuk urusan bersih - bersih pakaian. Apalagi, dengan harga yang cukup terjangkau pakaian sudah bersih dan rapi.


"Ngapain repot repot, cuma Rp 6.000 atau Rp 8.000 pakaian sudah bersih dan disetrika. Cuci sendiri kan capek," kata Helmi Fariska, karyawan swasta di Samarinda.


Untuk kualitas cucian, menurutnya tergantung pemilihan tempat laundry. Namun dari beberapa tempat yang sudah pernah menjadi langganan, semua hasilnya rata - rata memuaskan. Tentunya, tidak semua pakaian menjadi urusan laundry. Untuk barang pribadi Helmi mengaku mencuci sendiri. Seminggu itu minimal  6 kg,  Rp 100 ribu-lah rata - rata seminggu. Pengalamannya, selama menggunakan jasa laundry belum pernah pakaian tertukar dan selalu on time. "Begitu tiba, pakaian sudah dipisahkan dan diberi  tanda. Jadi tidak tertukar atau berkurang," katanya.


Tingginya pertumbuhan bisnis laundry di Kota Samarinda juga diakui Ferdy, pemilik Indri laundry di Jl KS Tubun Samarinda. Menjamurnya bisnis laundry membuat pihaknya harus memutar otak agar pelanggan memilih menggunakan jasanya. Apalagi, dengan usia yang masih empat bulan berdiri, ia harus berhasil menggaet pelanggan - pelanggan baru.


Salah satu yang ditawarkan Ferdy adalah parfum yang digunakan berbeda dengan yang digunakan laundry pada umumnya. "Kami datangkan khusus dari Pulau Jawa," katanya.


Dan juga, Ferdy menyediakan jasa antar dan jemput  dengan harga tambahan yang dibicarakan dengan pelanggan. Tidak tanggung - tanggung, Ferdy melayani antar jemput hingga Loa Bakung yang berjarak belasan kilometer dari tempat laundrynya. "Rencana kami mau membuka di beberapa titik lagi," katanya.


Rata-rata, pelanggan yang datang menurutnya kebanyakan karyawan dan tidak jarang pula mahasiswa. Untuk harga yang ditawarkan standar dari Rp 6.000 dan termahal Rp 20 ribu. Pelanggan dapat melihat tarif yang ditawarkan beserta layanan yang diterima ketika mengantar pakaian.  


Kendati bisnis ini cukup menggiurkan, modal yang perlu dirogoh untuk mendirikan sebuah laundry diakui tidaklah sedikit. "Puluhan jutalah, untuk gedung, mesin, pegawai dan lainnya," katanya.


Masih untuk kualitas cucian, untuk karyawan baru diberikan pelatihan seminggu. Saat ini, Ferdy mengaku memiliki 7 karyawan termasuk pengantar jemput pakaian.


Sedikit bercerita, Ferdy mengakui bahwa cuaca Samarinda yang sering turun hujan memberikan imbas tersendiri bagi pertambahan pelanggan. "Kan mereka tidak punya pengering. Maunya simpel, jadi kalau musim hujan pelanggan itu bertambah," katanya.


Untuk air, dalam sehari Ferdy mengaku bisa menghabiskan air PDAM dari 500 Liter - 1000 liter. Salah satu keunggulan laundrynya adalah tidak pernah menggunakan air selain air PDAM. "Kalau air mati, kita sudah siapkan tandon penampungan air. Jadi, air selalau ada," katanya.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved