Selasa, 9 Juni 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Tribunners

Promosi Terbuka Jabatan Struktural (2-Selesai)

Seleksi kompetensi manajerial dilakukan untuk mengetahui kemampuan leadership masing-masing peserta serta potensi mereka.

Tayang:
Editor: Fransina Luhukay
Oleh: Mariman Darto
Kepala Bidang Kajian Aparatur, PKP2A III LAN Samarinda

Secara substansi terdapat kesamaan mekanisme promosi terbuka yang dilakukan di Kota Samarinda dengan di Kabupaten Jembrana. Namun terdapat perbedaan metode yang digunakan dalam seleksi promosi terbuka jabatan struktural eselon II, III dan IV di lingkungan Kota Samarinda ini.


BERDASARKAN
surat edaran MENPAN-RB No. 16 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pengisian Jabatan Struktural yang Lowong Secara Terbuka di Lingkungan Pemerintah, tujuan dari kebijakan ini adalah sebagai upaya untuk menjamin obyektivitas, keadilan dan transparansi pengisian jabatan struktural yang lowong. Dengan jaminan obyektivitas, keadilan dan transparansi inilah kita berharap mendapatkan pejabat yang profesional : berkinerja tinggi, memiliki kompetensi yang baik sesuai dengan uraian dan syarat jabatan yang tepat.

Secara sederhana, proses seleksi ini dilakukan melalui dua tahapan yakni seleksi administrasi yang dilakukan oleh BKD kota Samarinda dan seleksi kompetensi yang dilakukan oleh PKP2A III LAN Samarinda. Pada seleksi kompetensi ini akan dilakukan melalui dua tahap seleksi yakni seleksi kompetensi manajerial dan seleksi kompetensi bidang. Seleksi kompetensi manajerial dilakukan untuk mengetahui kemampuan leadership masing-masing peserta serta potensi bakat/minat mereka.


Sedangkan kompetensi bidang untuk mengetahui sejauhmana kemampuan pengetahuan, pemahaman, analisis, sintesis dan evaluasi serta operasionalisasi strategi para peserta seleksi.


Sesuai dengan Surat Edaran MENPAN-RB No 16 Tahun 2012, metode seleksi kompetensi manajerial masing-masing eselon diatur sebagai berikut; pertama, untuk jabatan eselon II, metode yang digunakan adalah assessment center sesuai kebutuhan masing-masing instansi. Kedua, untuk jabatan eselon III, metode yang digunakan paling kurang menggunakan psikometri, wawancara kompetensi dan analisis kasus atau presentasi. Dan, ketiga, untuk jabatan eselon IV, paling kurang menggunakan psikometri dan kuesioner.


Sedangkan untuk seleksi kompetensi bidang (hanya dikhususkan untuk eselon II dan III), menggunakan metode presentasi makalah dan wawancara, dengan ketentuan sebagai berikut; Peserta diwajibkan untuk membuat makalah tertulis dan paparan dalam bentuk MS Power Point. Setiap peserta dialokasikan waktu selama 40 menit yang terdiri dari 10 menit presentasi dan 30 menit wawancara.


Di tengah kritik pedas masyarakat tentang rendahnya kinerja pelayanan publik di Kota Samarinda akibat bencana banjir yang selalu hadir, infrastruktur jalan rusak di hampir setiap sudut kota, fenomena kota yang jauh dari bersih, semrawutnya penataan kota dan transportasi dan masih banyak lagi stigma negatif masyarakat tentang kota ini, tentu kita perlu mengapresiasi langkah walikota melakukan promosi terbuka ini.


Harapan positif tidak hanya datang dari peserta seleksi, tetapi juga dari walikota serta masyarakat umumnya. Dari peserta, ini merupakan kesempatan yang baik karena mereka umumnya menilai selama ini hanya orang yang paling dekat dengan walikota sajalah yang mendapatkan kesempatan menjadi pejabat.


Penegasan ini juga dilontarkan oleh walikota pada saat pembekalan. "Saya ingin menjawab keraguan masyarakat tentang keraguan masyarakat tentang rekrutmen pejabat bahwa selama ini hanya orang-orang terdekat atau yang berada pada ring I saja yang bisa menjadi pejabat. Ketika saya melakukan fit and proper test untuk rekrutmen kepala sekolah, ada beberapa orang yang sejak 20 tahun belum pernah menginjakkan kaki di rumah dinas walikota, ternyata dia justru yang jadi kepala sekolah. Dan saya yakin, dengan menyerahkan seleksi kompetensi kepada PKP2A III LAN Samarinda ini, kita akan memperoleh seorang pejabat yang tidak hanya kompetensinya yang baik, tetapi juga kemampuan leadershipnya yang mumpuni serta berintegritas," tegas Ja'ang panggilan akrab Walikota Samarinda.


Bagi walikota, justru ini cara yang paling baik dan menjauhkan diri dari intervensi berbagai pihak yang berusaha menempatkan "orangnya" dalam jabatan strategis di kepala dinas maupun lembaga teknis daerah (LTD). Hal ini juga bukan sekadar "menyelamatkan" walikota dari kejaran pemburu "rente" kekuasaan, namun promosi terbuka ini adalah untuk memberikan dukungan kepada pemerintah dalam rangka percepatan reformasi birokrasi di Samarinda.


Sedangkan bagi masyarakat, ini adalah kesempatan terbaik untuk membuktikan apakah kinerja pelayanan publik di kota Samarinda akan semakin baik? Secara teori tentu iya, namun apakah kenyataannya akan sebanding dengan konsep teoritisnya. Tentu eran aktif masyarakat juga menjadi faktor penting bagi pningkatan kualitas pelayanan publik. Untuk itu, mustinya hal ini juga dibarengi dengan upaya pengawasan masyarakat yang jauh lebih intens agar pejabat yang telah diseleksi lebih fokus pada kerja pelayanan masyarakat. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved