A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Program Rusunawa di Balikpapan Belum Tepat Sasaran - Tribun Kaltim
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 Juli 2014
Tribun Kaltim

Program Rusunawa di Balikpapan Belum Tepat Sasaran

Sabtu, 2 Maret 2013 22:27 WIB
Program Rusunawa di Balikpapan Belum Tepat Sasaran
tribun kaltim/syaiful syafar
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle
BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id - Agresivitas Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dalam menggalakkan program rumah susun sederhana sewa (rusunawa), ternyata masih menuai kritik dari berbagai kalangan.
 
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle, menilai program tersebut belum tepat sasaran dan terkesan dipaksakan.


"Kalau persepsi saya rusunawa itu diperuntukkan bagi daerah yang lahannya sudah krodit, katakanlah seperti Jakarta. Sedangkan di Balikpapan ini masih banyak lahan yang siap pakai, sehingga tidak mesti pemerintah menerapkan konsep bangunan vertikal itu," ujarnya, Sabtu (2/3/2013).


Bagi Sabaruddin, niat membangun rumah sewa sederhana bagi rakyat kecil patut diapresiasi. Namun konsepnya tidak mesti secara vertikal, mengingat kontur lahan di Balikpapan cenderung berbukit, yang cukup rawan terkena musibah longsor. Di sisi lain, politisi PIS ini juga mempersolakan pengelolaan rusunawa yang dianggap belum berjalan secara profesional.


"Ada persolaan yang tidak maksimal diterapkan oleh pemerintah, terutama kontrolnya. Memang dalam penyewaannya ada kategori, tapi itu perlu dirumuskan. Misalnya, yang dimaksud standar ekonomi menengah ke bawah itu seperti apa? Kalau peruntukannya diberikan juga kepada PNS, itu namanya serakah alias kurang tepat," tegasnya. (*)
Penulis: Syaiful Syafar
Editor: Fransina
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas