Senin, 27 April 2015

Sudah 120 Warung Objek Pajak Terdata Dispenda Samarinda

Minggu, 3 Maret 2013 20:18

Sebelumnya diberitakan, untuk meningkatkan PAD, kost dan warung makan selain restoran di Samarinda akan dikenakan pajak. Namun, tidak semua dari kedua kategori tersebut. Untuk warung makan, beromzet minimal Rp 60 juta setahun dan kost yang memiliki minimal 10 kamar. Besarannya 10 persen dari total omzet. Dikenakannya pajak untuk rumah kos dan warung makan sesuai dengan Undang - Undang nomor 28 tahun 2009.

Hingga saat ini menurut Rais, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) sudah menyampaikan hasil verifikasi sementara sebanyak 120 warung yang wajib kena pajak.

"Inventarisir untuk warung besar itu sudah ada 120. Kalau berdasarkan data yang disampaikan, itu 20 - 30 persen akan naik PAD.  Ini (120 warung) belum 30 persennya, ini belum maksimal," kata Rais.

Pendataan yang dilakukan Dispenda menurutnya bertahap mulai dari warung beromzet terbesar, sedang hingga rumah kost. Rais optimistis target itu tercapai karena berdasarkan pengalamannya dilapangan potense itu banyak terdapat di Samarinda dan selama ini sama sekali belum tersentuh. Beberapa data yang sudah ada adalah warung di Jl depan Hotel Tepian dan warung di Jl Kalimantan.

"Saya orang lapangan dan punya warung juga. Yang 120 ini masih yang agak menetap. Penjual kepiting di depan Hotel Tepian beromzet Rp 25 - Rp 30 juta sehari. Itu juga yang di Jl Kalimantan, soto, rawon dan bakso itu bisa Rp 30 - Rp 40 juta sebulan. Yang seperti ini wajib kena pajak," katanya.

Apalagi menurutnya, bila pajak hotel di Samarinda sudah on line maka jumlah itu akan semakin bertambah. Selama ini menurutnya, pajak hotel tidak pernah maksimal.

"Dimana kita mencari kamar di Samarinda ini selalu penuh. Tetapi didalam pajak tidak pernah penuh. Kalau pajak itu on line, maka ketika saya pesan kamar maka langsung masuk, langsung diterima, bukan menunggu 1 bulan. Detik ini konsumen bayar maka detik itu pula masuk ke Dispenda," jelasnya.

Halaman12
Penulis: Doan E Pardede
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About us Help
Atas