A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Di Berau, Ibu 9 Anak Dipenjara karena Jual Telur Penyu - Tribun Kaltim
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 23 Agustus 2014
Tribun Kaltim

Di Berau, Ibu 9 Anak Dipenjara karena Jual Telur Penyu

Senin, 4 Maret 2013 18:17 WIB
Di Berau, Ibu 9 Anak Dipenjara karena Jual Telur Penyu
tribun kaltim/geafry necolsen
Telur penyu di wilayah Berau.
TANJUNG REDEB, tribunkaltim.co.id - Kejaksaan Negeri Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur melakukan eksekusi terhadap seorang ibu rumah tangga, Jamilah, terpidana dalam kasus penjualan telur penyu. Warga Samburakat, Kabupaten Berau ini dijatuhi hukuman 7 bulan penjara, denda Rp 1 juta dan subsider 1 bulan penjara.

Vonis tersebut lebih ringan dari yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irman Yudiandri yang menuntut Jamilah 1 tahun penjara, denda Rp 5 juta dan subsider 5 bulan penjara. Sidang vonis terpidana kasus penjualan telur penyu ini dipimpin oleh Hakim Rahmad Dwinanto.


“Jamilah mendapat keringanan dari hakim karena memiliki 9 orang anak yang masih kecil dan sedang hamil 3 bulan,” kata Kasi Pidana Umum, Kejaksaan Negeri, Tanjung Redeb, Tri Sutrisno, Senin (4/3/2013). Sedangkan hal yang memberatkan, kata Sutrisno, terpidana tidak kooperatif.


Menurut Kasi Pidum, Jamilah telah tujuh kali mangkir saat dipanggil oleh pihak kejaksaan. Dua kali setelah sidang pembacaan dakwaan dan lima kali mangkir setelah sidang tuntutan. Setelah Pengadilan Negeri Tanjung Redeb membacakan vonis, Jamilah langsung menerima putusan tersebut.


Demikian juga dengan pihak Kejari menerima putusan tersebut. Hanya berselang beberapa jam setelah vonis dari pengadilan, terpidana yang terbukti memiliki 2.000 butir telur penyu secara ilegal itu langsung dieksekusi.  


“Karena terpidana ini tidak kooperatif, sebelum di vonis bersalah saja terpidana sudah berkali-kali mangkir dari peanggilan Kejaksaan. Yang kita khawatirkan kalau eksekusinya ditunda, terpidana melarikan diri, jadi setelah vonis langsung kita eksekusi sambil menunggu ketetapan dari pengadilan,” ujarnya seraya menambahkan, surat ketetapan itu dibuat pada hari yang sama.

Penulis: Hasbi
Editor: Fransina
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
143592 articles 6 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas