A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

MAN 1 Samarinda Banjir Akibat Proyek Perumahan - Tribun Kaltim
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 21 Agustus 2014
Tribun Kaltim

MAN 1 Samarinda Banjir Akibat Proyek Perumahan

Jumat, 22 Maret 2013 20:50 WIB
SAMARINDA, tribunkaltim.co.id - Pemerintah Kota Samarinda tidak akan ragu - ragu melaporkan dunia usaha yang dengan sengaja merusak dan membiarkan kerusakan lingkungan kepada pihak kepolisian. Hal itu ditegaskan Wakil Walikota Samarinda, Nuysirwan Ismail ketika meninjau lokasi MAN 1 Samarinda di Jl P Suryanata, Jumat (22/3/2013).


MAN 1 Samarinda yang akan mewakili Kaltim dalam lomba sekolah  sehat nasional ini, sudah 5 kali diterjang banjir dan beberap hari terakhir merupakan yang terparah. Diakui warga sekitar, banjir terjadi sejak adanya proyek perumahan PT Diatama Persada Raya yang berada tak jauh dari MAN 1 Samarinda. Bukan hanya MAN 1, beberapa perumahan warga juga pernah terjadi banjir dengan ketinggian mencapai 70 cm. Bila hujan ringan, ketinggian air rata - rata hanya setinggi lutut orang dewasa.

"Kalau bersengaja, dan selalu lalai, memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan, Pemkot tidak ragu - ragu melaporkannya ke Kepolisian sebagai kerusakan lingkungan," tegas Nusyirwan.

Dari data dilapangan, Nusyirwan mengatakan bahwa Selain proyek PT Diatama, pembangunan rumah sakit didekat lokasi serta adanya kaplingan tanah milik H Suprapto turut berkontribusi terhadap adanya banjir ini. Ketiga pihak ini menurutnya bertanggungjawab sesuai amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Namun menurut Nusyirwan, Pemkot Samarinda sangat menyesalkan sikap PT Diatama, yang lokasinya berada tepat disamping MAN 1. PT Diatama ini tidak memprioritaskan tata kelola lingkungan yang baik pada saat mulai membuka lahan. Bahkan menurut Nusyirwan, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Samarinda sudah memberikan teguran secara tertulis kepada PT Diatama pada 11 Maret lalu, namun kenyataannya banjir kembali terulang.

"Kalau dia memprioritaskan, tidak terjadi kejadian seperti ini. Pemkot Samarinda menyesalkan, bahkan kecewa. Perizinan tanahnya memang diberikan, tapi dikawal dengan ketentuan - ketentuan lingkungan. Sehingga BLH  juga melakukan pemantauan, antisipasi terhadap hal - hal yang lalai ini," katanya.

Informasi yang ada, bahwa saat ini PT Diatama sedang dalam proses sengketa lahan dengan Pemprov Kaltim, sehingga berdampak pada terhentinya proyek, menurut Nusyirwan hal itu bukan menjadi alasan untuk mengabaikan tanggungjawab tata kelola lingkungan. Pemkot Samarinda, termasuk BLH Samarinda dalam waktu dekat akan memanggil ketiga pihak untuk menyampaikan paparan upaya penyelesaian banjir ini. Untuk PT Diatama, Pemkot Samarinda juga akan meminta penjelasan seputar proggress persoalan lahan dengan Pemprov Kaltim.

"Aktifitas berhenti sebenarnya tidak boleh berhenti saja. Tetapi dia tetap juga harus mengelola lingkungannya sesuai dengan advise. Karena yang berbuat awal membuka lahan adalah PT Diatama ini," tegasnya.

Sementara itu, Sugeng perwakilan PT Diatama ketika dimintai pendapatnya terkait banjir ini mengaku tidak paham karena bukan bidang pekerjaaannya. Namun, terkait panggilan Pemkot Samarinda ia mengaku pihaknya akan memenuhinya
Penulis: Doan E Pardede
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
154831 articles 6 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas