A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Nelayan Filipina Terdampar di Berau, Kaltim - Tribun Kaltim
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Tribun Kaltim

Nelayan Filipina Terdampar di Berau, Kaltim

Rabu, 27 Maret 2013 16:03 WIB
TANJUNG REDEB, tribunkaltim.co.id - Seorang warga negara Filipina ditemukan warga Pulau Derawan terdampar di Pulau Bakungan sejak 18 Maret lalu. Warga Negara Asing (WNA) bernama Mark Antoni A Mabala itu baru diserahkan Polsek Maratua kepada Kantor Imigrasi Tanjung Redeb, Kamis (20/3).

Rencananya WNA tersebut akan dititipkan ke Rumah Detensi Imigrasi, Balikpapan dalam waktu dekat. Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Imigrasi Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Roni Fajar Purba saat ditemui Tribunkaltim.co.id, Rabu (27/3/2013).


“Menurut pengakuan yang bersangkutan, berasal dari Kudarat, Mindanau, Sultan Kudarat, Filipina,” ungkap Roni. Dijelaskannya, dari hasil pemeriksaan sementara, Mark Antoni yang berprofesi sebagai nelayan tersebut, memasuki wilayah Indonesia secara tidak sengaja.


“Antoni terbawa arus ke Pulau Bakungan, karena kapal kecil dengan mesin ketinting mengalami kerusakan mesin, karena angin dan gelombang, panboard terseret sampai Pulau Bakungan,” paparnya.


Sesuai Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, Antoni diperiksa dan dimintai keterangan oleh pihak Imigrasi. Meski dugaan sementara WNA Filipina itu masuk secara tidak sengaja, namun Antoni telah melanggar UU Keimigrasian, Pasal 8 ayat 1 dan Pasal 9.


“Pasal 8, WNA yang masuk atau keluar wilayah Indonesia wajib punya identitas, di Pasal 9 juga disebutkan, setiap WNA wajib melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi,” jelasnya.


Dalam kasus ini, Keimigrasian Tanjung Redeb, akan berkoordinasi dengan Kedutaan Filipina untuk Indonesia, sebelum dideportasi ke negara asalnya. Selama itu, Antoni akan diinapkan di Rumah Detensi Imigrasi, Balikpapan.


“Kalau pengiriman WNA dari Berau ke Rumah Detensi, Balikpapan, biayanya ditanggung oleh negara (Indonesia) tapi untuk mendeportasi, akan kita bicarakan dulu dengan Keduataan Filipina,” katanya lagi.


Menurut catatan Roni selama dua tahun menjabat sebagai Kepala Imigrasi Tanjung Redeb, kasus Illegal Entry yang pertama kali di Berau.


Meski demikian, pihaknya menduga, kasus seperti ini kerap terjadi di wilayah Kabupaten Berau yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Filipina. “Dulu memang sering terjadi, sebelum ada kantor imigrasi, masyarakat memulangkan WNA dengan kapalnya sendiri,” ungkapnya.


“Memang efisien dari segi waktu dan biaya, tapi itu tidak sesuai prosedur. Yang kami khawatirkan kalau yang masuk itu bukan terdampar,” imbuhnya.


Sementara ini, dari hasil pemeriksaan terhadap WNA asal Filipina itu, belum ditemukan adanya indikasi illegal fishing atau berkaitan dengan sengketa antara Kesultanan Sulu dengan Kerajaan Malaysia.


“Dari pemeriksaan sementara, unsure ketidaksengajaan saja, karena faktor cuaca, kena gelombang deras dan mesin kapal rusak sehingga terombang-ambing terbawa arus, masuk wilayah Indonesia,” katanya lagi.


Penulis: Geafry Necolsen
Sumber: Tribun Kaltim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
157961 articles 6 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas