Selasa, 25 November 2014
Tribun Kaltim

Oknum Honorer Dinas PU Nunukan Tertangkap di Kos

Senin, 15 April 2013 18:52 WIB

NUNUKAN,tribunkaltim.co.id- Seorang honorer wanita tertangkap petugas Satuan Polisi Pamong Praja Nunukan sedang berduaan dengan pria di salah satu kamar kos-kosan di Jalan Cut Nyak Dien, Persemaian, Nunukan tak jauh dari Restoran Puncak.

Diduga keduanya akan melakukan hubungan layaknya suami istri. Namun belum sempat berbuat mesum keduanya terlebih dahulu dipergoki Kepala Satpol PP dan Linmas Nunukan Haji Syafruddin Artha dan anak buahnya.


Kepada petugas, oknum honorer ini mengaku bernama Yuliani. Namun setelah dilakukan pemanggilan terhadap Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Nunukan Zainuddin untuk menjemput yang bersangkutan, akhirnya diketahui honorer itu bernama Erliya. Diduga ia sengaja mengubah nama untuk mengaburkan identitasnya.


Syafruddin kepada wartawan mangatakan, sebenarnya Erliya ini menghindari razia Satpol PP terhadap pegawai dan honor yang terlambat masuk kerja pagi tadi.


"Lalu kembali dia. Begitu kembali mungkin dia berteleponan sama pacarnya. Begitu ketemu pacarnya, dibawa pacarnyalah ke kos-kosan. Di sana memang ada berapa kamar," ujarnya.


Syafruddin yang mengaku mendapatkan telepon dari masyarakat, lalu menuju ke tempat kejadian. "Kami ditelepon masyarakat pada saat razia tadi. Pak di sini ada pasangan yang dicurigai pegawai negeri sipil masuk ke rumah kos. Karena itu memang informan kami. Jadi sekarang kami kan memasang informan di setiap kos," ujarnya.


Setelah sampai ke rumah kos itu, Syafruddin langsung menggedor semua pintu kamar. "Ternyata dia ada di dalam. Pada saat ketemu, dibuka pintu posisi perempuan itu dalam posisi masih mengenakan pakaian putih seragam duduk di atas ranjang. Sedangkan laki-laki buka baju atasnya, dibawa masih pakai celana," ujarnya seraya menyebut pria dimaksud bernama Benny, warga Jalan Tawakkal yang bekerja swasta.

Meskipun saat kepergok keduanya belum melakukan hubungan suami istri, namun Syafruddin mengatakan, sebelumnya keduanya sudah melakukannya di tempat yang sama.

"Karena tempat itu dia yang sewa. Dia sistemnya bulanan, satu bulan dia sewa tetapi mungkin selama satu bulan itu kapan dia kepengen saja. Kalau kepengen dia dengan pacarnya atau nanti ada temannya yang pinjam kamarnya itu bisa kan," ujarnya.


Terhadap honorer dimaksud, pihaknya telah menyerahkan kepada pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tempat dia bekerja.
"Sudah diserahkan langsung kepada Sekretaris PU Pak Zainuddin. Silakan tindakannya bagaimana? Mau diberhentikan atau bagamana terserah. Kami tidak bisa menindak," ujarnya.


Syafruddin mengatakan razia ini juga digelar karena banyaknya laporan dari masyarakat yang mengaku resah akibat di lingkungan sekitar mereka tinggal, rumah rumah kos dimanfaatkan untuk mesum.
Pihaknya telah menempatkan sejumlah orang untuk mengawasi rumah-rumah kos yang ada di Nunukan. "Jadi begitu kita mendapatkan informasi langsung kita datangi," ujarnya.
Penulis: Niko Ruru
Editor: Fransina

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas