Geliat-Urbanlife
Pilih Touring Bareng Teman-teman
Kami sering touring ke luar kota rame-rame, bisa sampai dua hari, biasanya hari Sabtu-Minggu atau hari libur lain.
Sebenarnya ada banyak cara untuk mengusir kejenuhan, seperti yang dilakukan oleh Ahmadi, salah seorang staf administrasi di sebuah perusahaan tambang di Kabupaten Berau. Setiap hari, Ahmadi mengaku harus menghadapi tumpukan berkas yang berisi data penting di perusahaan tempatnya bekerja.
"Administrasi kantor itu kan banyak sekali, penuh dengan angka-angka, salah sedikit bisa panjang urusannya, jadi pekerjaannya menuntut kehati-hatian dan ketelitian," ungkapnya. Pekerjaan yang menuntut kecermatan ini, kata Ahmadi bisa memicu kejenuhan.
Lalu bagaimana cara mengusir rasa jenuh itu? "Manfaatkan jam istirahat dan waktu libur sebaik-baiknya, waktu istirahat dan libur itu hak karyawan, kalau kita bisa memanfaatkan waktu luang untuk refreshing kita bisa kembali bekerja optimal," jawabnya.
Waktu istirahat, dimanfaatkan Ahmadi untuk mendengarkan suara putri semata wayangnya di rumah. "Kalau bekerja di tambang, kami tidak bisa seenakya pulang ke rumah, kalau sudah dengar suara anak ngoceh jadi senang," ujarnya.
Putrinya, Gizkia Aprilia, kata Ahmadi baru berusia enam bulan, belum bisa berbicara, tapi ocehan sang anak rupanya menjadi hiburan baginya. "Sebenarnya belum bisa ngomong, tapi kalau dengar ocehannya saja sudah senang, namanya juga anak pertama," imbuhnya.
Demikian juga waktu libur, benar-benar dimanfaatkan oleh Ahmadi bersama keluarganya untuk berkumpul bersama. "Kalau waktu libur, saya tidak mau membahas pekerjaan, bukannya tidak loyal sama perusahaan, tapi waktu libur adalah waktu khusus untuk keluarga, kami kan bekerja untuk keluarga," paparnya.
Bagi mereka yang masih bujangan, berkumpul dan melakukan aktivitas bersama bisa menjadi salah satu cara untuk mengusir kejenuhan setelah sepekan bekerja. Seperti yang dilakukan oleh Yoga Pratama, warga Kecamatan Tanjung Redeb ini kerap menghabiskan akhir pekan untuk melakukan aktivitas bersama rekan-rekannya.
Kebetulan mereka memiliki hobi yang sama, hobi yang mayoritas digeluti oleh para lelaki, otomotif. "Kami sering touring ke luar kota rame-rame, bisa sampai dua hari, biasanya hari Sabtu-Minggu atau hari libur lain," kata Yoga yang bergabung dalam komunitas motor trail.
Lumayan bisa menghilangkan stres dan rasa bosan. "Di jalan seru, sampai di kantor pun masih seru untuk jadi bahan cerita sambil bekerja," kata karyawan bank swasta di Berau ini. Menurut Yoga, ide rute-rute touring yang mereka lewati justru didapat saat berdiskusi santai di kantor.
Meski demikian, bukan berarti Yoga dan rekan-rekannya sesama pecinta motor trail itu mengabaikan waktunya untuk bekerja. "Ada saatnya kami bekerja, ada juga waktunya kami ngobrol santai sama teman-teman, bisa bekerja sambil mengobrol selama tidak di depan nasabah," ungkapnya.(*)