Geliat-Urbanlife
Saya Beri kepada Pembantu
Pakaian yang tidak pernah lagi digunakan atau sudah kekecilan bagi kedua anaknya langsung disingkirkan dan dimasukkan ke kardus.
Penulis: Junisah | Editor: Fransina Luhukay
Melihat kenyataan ini, Zubaidah langsung berinisiatif memilah-milah pakaian di dalam lemari tersebut. Hal ini dilakukan karena tidak semua pakaian di lemari tersebut dipakai oleh kedua anaknya. Hanya pakaian tertentu yang disukai anak-anaknya.
Dengan dibantu oleh pembantunya, Zubaidah sibuk memilah-milah pakiaan yang ada di lemari tersebut. Pakaian yang tidak pernah lagi digunakan atau sudah kekecilan bagi kedua anaknya langsung disingkirkan dan dimasukkan ke kardus.
Betapa kagetnya perempuan yang tinggal di Jl Mulawarman Tarakan ini, melihat pakaian yang tidak pernah lagi digunakan kedua anaknya ternyata sangat banyak. Sebab kardus yang berukuran besar tersebut sudah tidak mampu lagi menampung pakaian bekas tersebut.
Zubaidah berencana membuang pakaian itu. Maklum ia tidak keponakan perempuan, sehingga ia bingung pakaian bekas kedua anaknya tersebut mau diapakan, dan memiliki pikiran untuk membuang saja. "Waktu saya berniat membuang pakaian bekas anak saya, ternyata pembantu saya malah meminta pakaian tersebut. Sebab pembantu saya bilang memiliki keponakan perempuan yang usianya sama dengan anak saya. Mendengar permintaan ini saya langsung memberikan," ungkapnya.
Wanita berusia 30 tahun ini mengaku, pakaian kedua anakanya sangat banyak di dalam lemari, karena kakek dan neneknya atau kedua orangtuanya sering sekali memberikan pakaian kepada kedua anaknya.
Sedangkan untuk mainan kedua anak perempuannya tersebut, Zubaidah memilih untuk memasukkan ke dalam gudang. Di dalam gudang itu bertumpuk permaianan kedua anaknya seperti sepeda, bola karet, boneka hingga permainan lainnya.(*)