• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribun Kaltim

Kota Samarinda Pernah "Layak" Adipura

Selasa, 30 April 2013 20:52 WIB
SAMARINDA, tribunkaltim.co.id - Orang yang baru mengunjungi kota Samarinda yang sering dilanda kebanjiran ini pasti tidak akan menyangka bahwa kota Samarinda pernah 3 kali meraih Adipura dan terakhir ditahun 2004 lalu.

Bukan hanya itu, kota yang saat ini macet dimana - mana juga pernah 7 kali berturut - turut meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) yaitu lomba Tertib Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat Nasional.

Jaringan Advokasi Tambang (Jatam ) Kaltim menilai, tentunya, kondisi Samarinda kala itu tak separah saat ini. Saat sebelum dunia usaha terutama pertambangan meluluh lantakkan semuanya dan meninggalkan ratusan lubang tambang dan kerusakan lingkungan lainnya. Sekolah - sekolah, sawah dan kebun masyarakat terendam lumpur, bocah - bocah tenggelam di lubang tambang yang menghilangkan rasa aman warga akan lingkungan sekitarnya.

"Faktor yang paling membuat Samarinda tidak layak meraih Adipura adalah tidak adanya rasa aman dari lingkungan. Artinya, hujan 2 jam saja hampir di semua sudut kota itu terendam banjir," kata Kahar Al Bahri, dinamisator Jatam Kaltim.

Faktor kedua menurutnya, hampir semua layanan publik dirusak oleh pertambangan. Mulai dari badan jalan, sekolah - sekolah, belum lagi masalah macet, dan sampah yang tidak terurus dengan baik.

"Masalah kesehatan, hampir 70 persen penyakit warga Samarinda adalah ISPA. ISPA ini kan sangat dekat dengan industri tambang yang sangat produktif mengeluarkan debu," katanya.

Menurutnya, adanya isu Samarinda akan mendapatkan Adipura lebih kepada "kengototan" Walikota Samarinda. Secara filosofis menurutnya, pencapaian itu tidak akan memberikan dampak apa - apa.

"Walaupun dia mendapat 10 Adipura secara bersamaam maka itu hanya akan jadi lelucon saja bagi warga kotanya. Saya pikir, bahwa sebagai warga kota, kami juga berhak untuk menilai pemerintah dan kami melihat bahwa syarat untuk meraih Adipura sangat jauh dari kota ini," kata Kahar.

Dalam pemberitaan Tribun Kaltim beberapa saat lalu,  adalah Abdullah, mantan Kasubbid Pengembangan Kelembagaan Penanganan Adipura pernah mengatakan bahwa  Samarinda pernah meraih prestasi di bidang lingkungan.

Diantaranya 3 kali meraih Adipura dan terkahir ditahun 2004 lalu. Serta 7 kali berturut - turut meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) yaitu lomba Tertib Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat Nasional.

Dan prestasi itu menurutnya dicapai dengan melaksanakan sungguh-sungguh apa yang terkandung pada kriteria penilaian dalam evaluasi Program Bangun Praja melalui evaluasi komponen non-fisik dan komponen fisik.

Komponen non fisik adalah upaya peningkatan dari pemerintah daerah dalam pengelolaan lingkungan hidup yang merupakan kegiatan yang sifatnya pendukung bagi komponen fisik yang berupa manajemen, daya tanggap pemerintah daerah,  kelembagaan. Sedangkan komponen penilaian fisik terdiri atas penilaian perumahan, sarana kota, perairan terbuka, sarana kebersihan, dan pantai wisata.

"Untuk status lingkungan hidup kita juga pernah raih 3 kali berturut-turut. Adipura juga 3 kali dan WTN itu 7 kali berurut-turut. Kala itu, memang 5 komponen Bangun Praja kita terapkan dengan sebenar-benarnya," kenang Abdullah.
Penulis: Doan E Pardede
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Tribun Kaltim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
180671 articles 6 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas