Sabtu, 4 Juli 2015

Kota Samarinda Pernah "Layak" Adipura

Selasa, 30 April 2013 20:52

Bukan hanya itu, kota yang saat ini macet dimana - mana juga pernah 7 kali berturut - turut meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) yaitu lomba Tertib Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat Nasional.

Jaringan Advokasi Tambang (Jatam ) Kaltim menilai, tentunya, kondisi Samarinda kala itu tak separah saat ini. Saat sebelum dunia usaha terutama pertambangan meluluh lantakkan semuanya dan meninggalkan ratusan lubang tambang dan kerusakan lingkungan lainnya. Sekolah - sekolah, sawah dan kebun masyarakat terendam lumpur, bocah - bocah tenggelam di lubang tambang yang menghilangkan rasa aman warga akan lingkungan sekitarnya.

"Faktor yang paling membuat Samarinda tidak layak meraih Adipura adalah tidak adanya rasa aman dari lingkungan. Artinya, hujan 2 jam saja hampir di semua sudut kota itu terendam banjir," kata Kahar Al Bahri, dinamisator Jatam Kaltim.

Faktor kedua menurutnya, hampir semua layanan publik dirusak oleh pertambangan. Mulai dari badan jalan, sekolah - sekolah, belum lagi masalah macet, dan sampah yang tidak terurus dengan baik.

"Masalah kesehatan, hampir 70 persen penyakit warga Samarinda adalah ISPA. ISPA ini kan sangat dekat dengan industri tambang yang sangat produktif mengeluarkan debu," katanya.

Menurutnya, adanya isu Samarinda akan mendapatkan Adipura lebih kepada "kengototan" Walikota Samarinda. Secara filosofis menurutnya, pencapaian itu tidak akan memberikan dampak apa - apa.

"Walaupun dia mendapat 10 Adipura secara bersamaam maka itu hanya akan jadi lelucon saja bagi warga kotanya. Saya pikir, bahwa sebagai warga kota, kami juga berhak untuk menilai pemerintah dan kami melihat bahwa syarat untuk meraih Adipura sangat jauh dari kota ini," kata Kahar.

Halaman12
Penulis: Doan E Pardede
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About us Help
Atas