Rabu, 10 Juni 2026

Kubar Harus Berani Promosikan Makanan Khas

Bupati Kutai Barat Ismail Thomas meminta Dharma Wanita agar berani dan rajin mempromosikan masakan khas Kutai Barat (Kubar)

Tayang:
Editor: Sumarsono
zoom-inlihat foto Kubar Harus Berani Promosikan Makanan Khas
alex pardede/tribunkaltim
Bupati Kutai Barat Ismail Thomas memotong tumpeng pada HUT Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kutai Barat
SENDAWAR, tribunkaltim.co.id - Bupati Kutai Barat Ismail Thomas meminta kepada Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kutai Barat  agar berani dan rajin mempromosikan masakan khas Kutai Barat (Kubar) atau masakan Dayak baik di tingkat Kabupaten Kubar, Provinsi Kaltim, nasional, dan internasional. Pasalnya sampai saat ini, belum terlihat sama sekali muncul warung makan yang menjual masakan Dayak, sebaliknya kebanyakan yang berjualan adalah warung dari luar Kubar dengan citra rasa dari luar.

"Sepanjang hidup saya selama tinggal di Kalimantan belum pernah melihat rumah makan khas Dayak, apalagi di luar Kalimantan, sebaliknya kebanyakan warung yang buka berasal dari luar, padahal Kubar memiliki banyak masakan khas yang mulai hilang ditelan zaman, seandainya itu dilestarikan dan dipromosikan dengan membuka warung makan akan banyak dikunjungi penggemar makanan tradisional, karena citra rasanya sangat berbeda sekali dengan makanan dari luar Kubar," ungkap Thomas saat memberikan sambutan pada acara memperingati HUT Kartini yang diselenggarakan DWP Kutai Barat bertema Perkembangan Emansipasi Perempuan Kutai Barat Masa Kini di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Selasa (30/4).

Lebih lanjut ia mengatakan, di Kubar banyak sekali makanan khas yang mulai hilang karena tidak dilestarikan bahkan tenggelam dengan banyak makanan dari luar, seharusnya itu dipertahankan dan dijaga, seperti bubur jelai, lemang dan masih banyak lagi.

DWP diharapkan agar dapat mempromosikan dan melestarikan masakan khas Kubar, sehingga ketika ada tamu atau wisatawan yang datang ke Kubar ingin mencicipi dan merasakan makanan khas tidak sulit mencarinya.

"Kalau tidak salah saya ada memberikan dana hibah ke DWP untuk melestarikan tanaman jelai, selain itu juga saya sangat terbuka membantu dalam melestarikan makanan khas Kutai Barat, kalau memang belum masuk saya akan upayakan dianggarkan dalam APBD perubahan 2013," tandas Thomas.

Thomas menegaskan kenapa menampilkan makanan khas Dayak, karena Pemkab Kubar sangat serius melestarikan dan mempromosikan khas etnik Kutai Barat yang memiliki 12 sub etnis Dayak. Itu mulai ditonjolkan dari maskot Kubar yaitu macan dahan dan banggeris, lalu motto Kutai Barat Sendawar Kabupaten Beradat.

Selain itu, dengan mendirikan 6 lamin adat mewakili 6 etnis Dayak yaitu Tunjung, Benuaq, Bahau, Kenyah, Aoheng dan Melayu/Kutai. Kemudian setiap malam Minggu menampilkan tarian dan lagu-lagu khas Kubar. Menampilkan pakaian dan kerajinan khas Kutai Barat. Namun yang belum dipromosikan dan dilestarikan adalah makanan khas Kutai Barat..

"Untuk itu saya siap mendukung pelestarian dan mempromosikan makanan khas," tegasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved