A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Mantan Direktur PT Kutai Timur Energi Terancam Masuk DPO - Tribun Kaltim
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Tribun Kaltim

Mantan Direktur PT Kutai Timur Energi Terancam Masuk DPO

Kamis, 2 Mei 2013 22:29 WIB
SANGATTA, tribunkaltim.co.id- Terpidana Mahkamah Agung (MA) RI, dalam kasus dugaan korupsi pemanfaatan dana hasil penjualan saham 5% Pemerintah Kabupaten Kutai Timur di PT Kaltim Prima Coal (KPC), Apidian Triwahyudi, terancam masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Pasalnya hingga saat ini Apidian, selaku mantan Direktur PT Kutai Timur Energi, tak kunjung memenuhi panggilan eksekusi putusan MA dari Kejaksaan Negeri Sangatta, setelah sebelumnya beralasan sakit dan melakukan operasi kecil di tenggorokan.

Kepala Kejaksaan Negeri Sangatta, Didik Farkhan Alisyahdi, SH, MH, Kamis (02/05/2013), mengatakan pada awalnya pihaknya sempat mendapatkan konfirmasi dari Apidian melalui pengacaranya untuk memenuhi panggilan eksekusi pada awal April 2013.

"Awalnya pengacaranya menyatakan Apidian siap memenuhi panggilan eksekusi pada awal April. Kemudian pada pekan pertama April ia meminta tambahan waktu dua pekan untuk melakukan operasi kecil di tenggorokan dan masa penyembuhan. Disertai pernyataan siap menyerahkan diri pekan ketiga April," katanya.

Belakangan ada lagi alasan bahwa operasi ditunda karena satu dan lain hal. Dan karena itu Apidian kembali meminta toleransi waktu. "Kami sebenarnya sudah memberikan toleransi pada saudara Apidian. Namun yang bersangkutan tak kunjung menyerahkan diri," kata Didik.

Karena itu pihaknya akan kembali membuat surat panggilan eksekusi yang terakhir. "Bila surat panggilan ini tidak dipenuhi, maka saudara Apidian juga akan kami masukkan ke dalam DPO," kata Didik.
Penulis: Kholish Chered
Editor: Adhinata Kusuma
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
181572 articles 6 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas