Rabu, 10 Juni 2026

ESQ Mission and Character Building

PDAM Kutai Timur Upgrade SDM melalui Training

PDAM Tirta Tuah Benua Kabupaten Kutai Timur terus berupaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perusahaan.

Tayang:
Editor: Fransina Luhukay
zoom-inlihat foto PDAM Kutai Timur  Upgrade SDM melalui Training
google image
Direktur PDAM Kutim, Aji Mirni Mawarni
SANGATTA, tribunkaltim.co.id- PDAM Tirta Tuah Benua Kabupaten Kutai Timur terus berupaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perusahaan. Salah satunya dengan in house training ESQ Mission and Character Building (MCB).


Direktur PDAM Kutim, Aji Mirni Mawarni, mengatakan training ini digelar untuk meningkatkan kualitas SDM di lingkungan perusahaan, yang diharapkan dapat membangun budaya organisasi yang lebih kuat dan tangguh.

"Kami menilai, metode yang tepat untuk meningkatkan kualitas SDM adalah membangun karakter secara komprehensif. Baik aspek intelektual, emosional, dan spiritual. Karena itu kami melaksanakan in house training untuk keluarga besar PDAM Kutim," katanya.


Pada hari Jumat dan Sabtu (3 dan 4 Mei 2013), dilaksanakan intermediate Training MCB bagi lebih 40 karyawan, termasuk Badan Pengawas PDAM. Beberapa pekan sebelumnya juga dilaksanakan training serupa.


"Training intermediate ini sifatnya lanjutan dari basic training. Kami akan terus berupaya untuk melakukan capacity and integrity building bagi keluarga besar PDAM. Bagi karyawan baru, Insya Allah nanti akan diikutkan basic training juga," katanya.


Salah satu target jangka pendek training ini adalah terbangunnya budaya organisasi yang kuat, sehingga mampu mencapai visi PDAM sebagai perusahaan yang sehat dan mandiri. Tentunya sesuai dengan misi dan tata nilai perusahaan.


Sementara itu, trainer ESQ, Idham Cholid, menyampaikan berbagai kiat manajemen aplikatif yang diliputi sentuhan spiritualitas. Hal ini mengacu pada ESQ Model yang mensinergikan prinsip Ihsan, Rukun Iman, dan Rukun Islam sebagai pola pengembangan diri secara terpadu.


Ia memaparkan tentang konsep akselerasi transformasi kultur melalui tiga pilar utama. Yaitu triple bottom line (sinkronisasi IQ, EQ, dan SQ), MVVM Alignment (Mission, Vision, Value, Meaning), juga value system leadership.


Ia pun mengungkap fakta hasil penelitian, bahwa dalam perusahaan, umumnya terdapat 26% karyawan terlibat (engaged), 55% karyawan acuh (disengaged), juga 19% karyawan acuh yang aktif (actively disengaged), yang potensial menjadi "provokator" dalam organisasi. Karena itu diperlukan penguatan dan transformasi kultur secara signifikan untuk menyehatkan organisasi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved