Agar Manfaat Makan Ikan Lebih Maksimal
Ikan segar biasanya memiliki aroma laut yang segar, dan tidak terlalu berbau ikan.
Bagaimana memastikan ikan masih segar?
Ikan
segar biasanya memiliki aroma laut yang segar, dan tidak terlalu
berbau ikan. Aroma yang terlalu tajam bisa menunjukkan adanya bakteri
penyebab penyakit.
Berapa lama bisa menyimpan ikan segar?
Sebaiknya
ikan memang langsung dimasak segera setelah dibeli. Namun untuk
memperpanjang daya tahannya, Anda bisa menyimpannya di bagian paling
dingin dari lemari es (umumnya di bagian tengah).Gizi dari ikan (seperti
vitamin D, protein, dan asam lemaknya yang menyehatkan jantung) dapat
dipertahankan secara optimal lebih dari 48 jam. Citarasanya memang akan
memudar setelah itu, dan kalau ikan sudah terasa tidak enak memang lebih
baik tidak dimakan. Nah, jika tidak berniat untuk langsung memasaknya,
lebih baik disimpan di freezer.
Lebih baik ikan segar atau ikan beku?
Sekarang
ini, ikan bisa langsung dibekukan begitu ditangkap dan dinaikkan ke
kapal. Dengan demikian, antara segar dan beku sebenarnya memiliki
nutrisi yang sama. Bahkan, tekstur dan rasanya juga masih sama. Tak
masalah jika Anda membeli fillet ikan beku di bagian freezer
di supermarket. Pastikan saja tanggal kedaluarsanya, dan tidak
menunggu untuk memasaknya sampai menjelang tanggal kedaluarsa. Lebih
baik Anda langsung memasaknya segera setelah membeli. Yang perlu Anda
hindari adalah membeli produk ikan yang sudah diproses, yang sudah
dilapisi saus dan remahan apa pun yang berkalori tinggi.
Seberapa sering harus makan ikan untuk mendapat manfaatnya?
Ternyata,
Anda tidak perlu menyantapnya setiap hari untuk mendapatkan nutrisinya,
seperti asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung. Cukup
konsumsi dua kali seminggu. Hanya saja, manfaat sehat dari ikan memang
tidak akan segera terlihat. Para pakar kesehatan bahkan mengatakan bahwa
manfaatnya akan terasa setelah kita mengonsumsinya terus-menerus selama
bertahun-tahun.
Apakah semua ikan mengandung lemak sehat?
Ya,
namun masing-masing mengandung jumlah yang berbeda. Ikan salmon
mengandung minyak ikan dalam jumlah tertinggi, sedangkan ikan herring,
sarden, dan ikan teri adalah contoh lainnya. Kuncinya sebenarnya
menyeimbangkan manfaat dari ikan dengan kandungan merkurinya yang
berbahaya. Misalnya, tuna mungkin kaya akan minyak ikan omega-3, tapi
ikan ini juga memiliki kandungan merkuri lebih banyak. Agar tidak
terpapar merkurinya, sebaiknya batasi konsumsi jenis ikan ini tidak
lebih dari dua kali seminggu.
Mengapa harus waspada dengan merkuri?
Merkuri
adalah zat pencemar yang telah terbukti menyebabkan kerusakan sistem
saraf. Oleh sebab itu, Food and Drugs Administration (badan pengawas
obat dan makanan Amerika) merekomendasikan untuk menghindari beberapa
jenis ikan laut seperti hiu, todak, tenggiri Amerika (king mackerel), dan tilefish.
Keempatnya merupakan ikan besar yang memangsa ikan lain yang lebih
kecil. Ibu hamil, anak-anak di bawah usia 12 tahun, dan orang-orang yang
punya masalah dengan sistem kekebalan (seperti lupus, radang sendi
kronis, atau kanker) sebaiknya tidak mengonsumsi jenis ikan ini.
Apakah suplemen minyak ikan bisa menggantikan konsumsi ikan segar?
Tidak
ada suplemen apa pun yang bisa mengalahkan manfaat kesehatan dari
makanan yang sebenarnya. Begitu pula dengan minyak ikan, karena tidak
menawarkan nutrisi lain seperti vitamin D dan protein yang bisa Anda
dapat dari menyantap ikan segar. Tetapi jika Anda kurang suka ikan,
kapsul minyak ikan bisa menjadi alternatif. Konsultasikan pada dokter
mengenai dosis dan frekuensinya. Selain itu, pilih jenis suplemen yang
paling tepat. Biasanya Anda disarankan untuk mengonsumsi 500 sampai 1000
mg komponen minyak ikan yang aktif (asam lemak EPA dan DHA), bukan
sekadar jumlah total dari lemaknya.