Selasa, 9 Juni 2026

Mesir

Bentrokan Muslim-Kristen Kembali Pecah di Mesir

Satu orang tewas dan puluhan lainnya terluka setelah terjadi bentrokan antara umat Muslim dan Kristen Koptik di Alexandria

Tayang:
Editor: Fransina Luhukay
KAIRO,  tribunkaltim.co.id - Setidaknya satu orang tewas dan puluhan lainnya terluka setelah terjadi bentrokan antara umat Muslim dan Kristen Koptik di Alexandria, Mesir, Jumat (17/5/2013) malam. Demikian laporan harian pemerintah, Al Ahram.


Kerusuhan itu dipicu pertengkaran antara dua orang pemuda, satu beragama Islam dan lainnya Kristen. Pertengkaran kedua pemuda itu kemudian memicu perselisihan keluarga yang akhirnya pecah menjadi kerusuhan di sebuah distrik di wilayah barat Alexandria.


Kedua kelompok warga ini saling melemparkan bom molotov, sebelum pasukan keamanan datang dan membubarkan massa serta menutup kawasan di sekitar sebuah gereja Koptik.


Setelah dua jam kerusuhan, polisi berhasil menguasai keadaan dan menahan delapan orang yang diduga menjadi pemicu kerusuhan.


Kabar kerusuhan sektarian ini muncul hanya beberapa jam setelah ratusan warga yang menentang pemerintahan Presiden Mohammed Mursi turun ke jalanan Kairo menuntut Mursi mundur dari jabatannya.


Para pengunjuk rasa ini adalah mereka yang menandatangani petisi online Tamaron alias pemberontakan yang menginginkan Mursi meninggalkan kursi kekuasaan karena dianggap gagal mengembalikan stabilitas Mesir.


Meski hanya ratusan orang yang muncul dalam aksi unjuk rasa di Kairo, pengelola Tamarod mengklaim dua juta orang telah menandatangani petisi yang mendesak Presiden Mursi mundur.


Umat Kristen Koptik berjumlah sekitar 10 persen dari 84 juta warga Mesir. Mereka mengeluhkan kegagalan pemerintah melindungi kelompok minoritas sejak Hosni Mubarak jatuh dari  kekuasaannya.


Sejak Mursi berkuasa pada Juni tahun lalu, Mesir terus dilanda krisis politik dan ekonomi yang serius. Selama satu tahun terakhir kerap terjadi bentrokan, tak jarang menyebabkan korban tewas, antara pendukung dan penentang Mohammed Mursi.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved