Mesir
Bentrokan Muslim-Kristen Kembali Pecah di Mesir
Satu orang tewas dan puluhan lainnya terluka setelah terjadi bentrokan antara umat Muslim dan Kristen Koptik di Alexandria
Kerusuhan
itu dipicu pertengkaran antara dua orang pemuda, satu beragama Islam
dan lainnya Kristen. Pertengkaran kedua pemuda itu kemudian memicu
perselisihan keluarga yang akhirnya pecah menjadi kerusuhan di sebuah
distrik di wilayah barat Alexandria.
Kedua kelompok warga ini
saling melemparkan bom molotov, sebelum pasukan keamanan datang dan
membubarkan massa serta menutup kawasan di sekitar sebuah gereja Koptik.
Setelah dua jam kerusuhan, polisi berhasil menguasai keadaan dan menahan delapan orang yang diduga menjadi pemicu kerusuhan.
Kabar
kerusuhan sektarian ini muncul hanya beberapa jam setelah ratusan warga
yang menentang pemerintahan Presiden Mohammed Mursi turun ke jalanan
Kairo menuntut Mursi mundur dari jabatannya.
Para pengunjuk rasa
ini adalah mereka yang menandatangani petisi online Tamaron alias
pemberontakan yang menginginkan Mursi meninggalkan kursi kekuasaan
karena dianggap gagal mengembalikan stabilitas Mesir.
Meski hanya
ratusan orang yang muncul dalam aksi unjuk rasa di Kairo, pengelola
Tamarod mengklaim dua juta orang telah menandatangani petisi yang
mendesak Presiden Mursi mundur.
Umat Kristen Koptik berjumlah
sekitar 10 persen dari 84 juta warga Mesir. Mereka mengeluhkan kegagalan
pemerintah melindungi kelompok minoritas sejak Hosni Mubarak jatuh dari
kekuasaannya.
Sejak Mursi berkuasa pada Juni tahun lalu,
Mesir terus dilanda krisis politik dan ekonomi yang serius. Selama satu
tahun terakhir kerap terjadi bentrokan, tak jarang menyebabkan korban
tewas, antara pendukung dan penentang Mohammed Mursi.