Suriah
Ulama Syiah Kritik Keterlibatan Hezbollah di Suriah
Seorang ulama Syiah ternama Lebanon, Sabtu (18/5/2013), mengkritik keterlibatan Hezbollah dalam konflik bersenjata di Suriah.
Ali
Al-Amin, mantan imam besar kota Tyre dan Gunung Amil di Lebanon
selatan, mengkritik sekretaris jenderal Hezbollah Hassan Nasrallah yang
mengajak umat Syiah berangkat ke Suriah untuk mempertahankan situs suci
Sayyida Zainab.
Sayyida Zainab adalah makam cucu perempuan Nabi Muhammad yang dianggap sebagai salah satu tempat suci umat Islam Syiah.
Namun,
Al-Amin mengatakan Hezbollah sudah mengeksploitasi agama dalam konflik
Suriah ini. Mempertahankan tempat suci bukan alasan kuat untuk terlibat
dalam konflik Suriah.
Dia menegaskan keterlibatan umat Syiah Lebanon di Suriah tidak bisa dikatakan melakukan jihad.
"Jihad kita adalah di Lebanon. Jihad kita adalah membangun negeri ini dan menjaga kesatuan nasional," ujar Al-Amin.
Konflik Suriah yang awalnya adalah untuk menggusur Presiden Bashar al-Assad dari tampuk kekuasaan, kini mulai bergeser.
Kini konflik Suriah berkembang menjadi perang antara pendukung dan penentang Al-Assad, khususnya antara warga Suni dan Syiah.
Sejumlah
laporan menyatakan para pejuang Hezbollah bertempur bersama pasukan
pemerintah Suriah melawan pemberontak di sebuah desa Syiah di dekat
perbatasan dengan Lebanon.
Awal bulan ini, Hasan Nasrallah
mengindikasikan Hezbollah akan semakin terlibat dalam konflik bersenjata
di negeri tetangga Lebanon itu. "Sahabat Suriah, tidak akan membiarkan pemerintahan Suriah runtuh," kata Nasrallah saat itu.
"Suriah
memiliki sahabat sejati di kawasan ini yang tidak akan membiarkan
Suriah jatuh ke tangan Amerika, Israel, dan kelompok takfiri," tambah
dia.
Kelompok takfiri adalah kelompok-kelompok Muslim Suni yang bertempur untuk menggulingkan Assad.