Atlit Sebatik Barat Sumbang 1 Emas
Raihan prestasi dua atlit asal Sebatik Barat ini merupakan aset baru bagi FPTI Kaltim
Tayang:
Editor:
Adhinata Kusuma
NUNUKAN,tribunkaltim.co.id-
Meskipun selama ini berlatih
menggunakan fasilitas yang sangat minim, dua atlit panjat tebing di wilayah perbatasan asal Kecamatan Sebatik Barat yang memperkuat
kontingen Nunukan pada even Kejurda Panjat Tebing Senior dan Junior Nunukan
2013 berhasil menunjukkan prestasi
gemilang setelah masing-masing meraih 1 emas dan 1 perak.
Sementara untuk medali perak dipersembahkan Jarina Ismail di nomor speed kategori Spider Kid B putri setalah di final harus mengakui keunggulan Azza Nabila asal Samarinda.
Humas KONI Nunukan Farid Amiruddin menilai raihan prestasi dua atlit asal Sebatik Barat ini merupakan aset baru bagi FPTI Kaltim pada umumnya dan Pengcab FPTI Nunukan pada khususnya. Sebab keduanya muncul sebagai calon penerus para seniornya yang telah lebih dulu mengukir prestasi.
Tidak tanggung-tanggung, Sekum Pengda FPTI Kalimantan Timur Ahmad Subhan memberikan pujian khusus bagi pengcab Nunukan karena menganggap kembali berhasil melahirkan bibit-bibit baru yang sangat potensial.
Manager Tim kontingen Nunukan Dedi Sudianto tak kuasa menahan rasa haru dan gembiranya setelah kedua atlit asal Sebatik Barat tersebut menyumbang medali bagi kontingen Nunukan.
Prestasi ini tak lepas adanya dukungan penuh dari Kepala SD 002 Sebatik Barat Martina di samping perhatian yang besar yang ditunjukkan jajaran Pengurus FPTI Kabupaten Nunukan, yang betul-betul peduli dan mau melihat anak-anak tersebut bisa berprestasi maksimal.
“Beliau bahkan sengaja menyempatkan diri hadir langsung ke Nunukan menyaksikan perjuangan anak muridnya,” ujarnya.
Dedi yang juga adalah guru olahraga di Desa Liang Bunyu berharap agar ke depan Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui instansi terkait mau lebih memperhatikan sarana latihan bagi anak-anak yang terletak di wilayah perbatasan di Kecamatan Sebatik Barat maupun di kecamatan lainnya.
Pengurus Pusat FPTI dan Sekum Pengda FPTI Kaltim malah berjanji akan melihat langsung sarana latihan yang sangat minim tersebut dan akan berusaha menjembatani instansi terkait sebagai wujud tanggung jawab meningkatkan prestasi para atlit terutama bagi atlit-atlit baru potensial yang akan menjadi penerus para senior-seniornya.
Andini, siswa kelas III SDN
002 Sebatik Barat, anak pasangan Sudirham dan Yanti mengukir sejarah baru
dengan meraih medali emas setelah di final mengalahkan sesama kontingen Nunukan
Rosi Pratiwi Divayanti yang juga anak kandung Andi Arman, Sekretaris Umum Pengcab
FPTI Kabupaten Nunukan. Medali perunggu di
nomor ini diraih Nabila asal Balikpapan.
Sementara untuk medali perak dipersembahkan Jarina Ismail di nomor speed kategori Spider Kid B putri setalah di final harus mengakui keunggulan Azza Nabila asal Samarinda.
Humas KONI Nunukan Farid Amiruddin menilai raihan prestasi dua atlit asal Sebatik Barat ini merupakan aset baru bagi FPTI Kaltim pada umumnya dan Pengcab FPTI Nunukan pada khususnya. Sebab keduanya muncul sebagai calon penerus para seniornya yang telah lebih dulu mengukir prestasi.
Tidak tanggung-tanggung, Sekum Pengda FPTI Kalimantan Timur Ahmad Subhan memberikan pujian khusus bagi pengcab Nunukan karena menganggap kembali berhasil melahirkan bibit-bibit baru yang sangat potensial.
Manager Tim kontingen Nunukan Dedi Sudianto tak kuasa menahan rasa haru dan gembiranya setelah kedua atlit asal Sebatik Barat tersebut menyumbang medali bagi kontingen Nunukan.
"Bayangkan saja, mereka berlatih dengan fasilitas seadanya dengan jam terbang sangat minim karena belum lama memulai karir mereka sebagai atlit. Bahkan karena tidak punya matras, kami hanya menggunakan tumpukan jerami yang secara bersama-sama kami upayakan mengambil dari tempat yang cukup jauh sebagai sarana penjaga keselamatan atlit,” ujarnya.
Prestasi ini tak lepas adanya dukungan penuh dari Kepala SD 002 Sebatik Barat Martina di samping perhatian yang besar yang ditunjukkan jajaran Pengurus FPTI Kabupaten Nunukan, yang betul-betul peduli dan mau melihat anak-anak tersebut bisa berprestasi maksimal.
“Beliau bahkan sengaja menyempatkan diri hadir langsung ke Nunukan menyaksikan perjuangan anak muridnya,” ujarnya.
Dedi yang juga adalah guru olahraga di Desa Liang Bunyu berharap agar ke depan Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui instansi terkait mau lebih memperhatikan sarana latihan bagi anak-anak yang terletak di wilayah perbatasan di Kecamatan Sebatik Barat maupun di kecamatan lainnya.
Pengurus Pusat FPTI dan Sekum Pengda FPTI Kaltim malah berjanji akan melihat langsung sarana latihan yang sangat minim tersebut dan akan berusaha menjembatani instansi terkait sebagai wujud tanggung jawab meningkatkan prestasi para atlit terutama bagi atlit-atlit baru potensial yang akan menjadi penerus para senior-seniornya.
KOMENTAR