Bupati Kutim Perlu Mendengarkan Kritik dengan Bijaksana
Dalam hal ini harus dibedakan secara terang dan jelas, mana komentar yang mengandung nilai kritik dan mana yang memuat fitnah
"Semestinya
beliau bisa mendengarkan secara bijaksana berbagai kritik yang
disampaikan. Dalam hal ini harus dibedakan secara terang dan jelas, mana
komentar yang mengandung nilai kritik dan mana yang memuat fitnah,"
katanya.
Komentar yang mengandung kritik semestinya dijadikan
sebagai masukan untuk bahan evaluasi roda pemerintahan. Berbeda halnya
dengan fitnah yang memang tidak bisa dibenarkan dengan alasan dan
pertimbangan apapun.
"Saya berharap beliau bisa bersikap terbuka.
Dengan adanya tuntutan-tuntutan mahasiswa, pasti pangkalnya telah
terjadi sumbatan komunikasi. Kedepan semestinya dilakukan upaya yang
lebih baik untuk membuka sumbatan-sumbatan itu," katanya.
Lantas,
bagaimana dengan rencana memperkarakan komentar yang dianggap
memojokkan? "Saya harapkan beliau jangan panik dan jangan menghakimi
terlalu jauh. Mahasiswa bukan musuh. Mereka adalah anak-anak daerah.
Dekati dan rangkullah mereka. Mereka "curhat" di FB mungkin karena
adanya sumbatan komunikasi," katanya.
Dalam pelaksanaan
pembangunan, bila pemerintah punya indikator keberhasilan, mungkin
mahasiswa juga mempunyai indikator kegagalan. "Yang jelas ada perbedaan
pola komunikasi antara sesama pemerintah dan birokrat, dengan
mahasiswa," katanya. Pendekatan dialogis juga perlu dikedepankan.
"Akan
lebih baik mahasiswa memiliki sikap kritis yang konstruktif daripada
apatis. Sikap kritis adalah bentuk kepedulian mereka pada daerah,"
katanya. Sikap kritis yang konstruktif juga merupakan bentuk kontribusi
dari mahasiswa sebagai salah satu kelas sosial dalam civil society
(masyarakat madani).
Pada sisi lain, mahasiswa harus menjaga
kemurnian idealisme dalam gerakannya. Juga memperkaya bobot
intelektualitas dalam alternatif solusi yang disampaikan. Hal ini akan
membentuk pola check and balances yang lebih baik.