Rabu, 10 Juni 2026

Wapres: Pemerintah Segera Putuskan Harga BBM

Wakil Presiden Boediono mengatakan, pemerintah akan segera memutuskan soal kebijakan harga BBM bersubsidi.

Tayang:
Editor: Fransina Luhukay
zoom-inlihat foto Wapres: Pemerintah Segera Putuskan Harga BBM
KOMPAS/RIZA FATHONI
Wapres Boediono
JAKARTA,  tribunkaltim.co.id — Wakil Presiden Boediono mengatakan, pemerintah akan segera memutuskan soal kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Keputusan kebijakan tersebut akan memberi kepastian bagi pelaku usaha dan seluruh masyarakat Indonesia.


"Soal harga BBM, ini segera diputuskan. Saya sangat setuju karena sebenarnya usulan (kenaikan harga BBM) sudah ada," kata Boediono dalam sambutan Indonesia Banking Expo di Jakarta, Kamis (23/5/2013).


Boediono menginginkan agar kebijakan ini bisa secara jelas diputuskan, tetapi harus sangat terukur, khususnya untuk kenaikan harga BBM jenis premium dan jenis solar.


Boediono juga menginginkan agar kebijakan rencana kenaikan harga BBM bersubsidi ini memiliki dampak seminimal mungkin, terutama untuk kelompok masyarakat tidak mampu. "Kepastian ini memang sangat penting, mari bekerja keras untuk mengantisipasi hal ini sehingga ketidakpastian itu bisa segera lenyap," tambahnya.


Pernyataan Boediono menjawab titipan bankir yang disampaikan secara khusus oleh Ketua Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono. Menurut Sigit, pemerintah harus segera memutuskan kebijakan kenaikan harga BBM. "Ini merupakan titipan bankir, khususnya terkait subsidi BBM. Kami ingin agar harga BBM segera diambil keputusan," kata Sigit.


Sigit menambahkan, pihaknya akan mendukung apa pun keputusan pemerintah, khususnya soal kenaikan harga BBM bersubsidi. Bagaimanapun kenaikan harga BBM tentu saja akan mengerek inflasi dan akhirnya berimbas ke kenaikan suku bunga acuan BI (BI Rate) dan suku bunga perbankan.


Selain itu, imbasnya lainnya ialah konsumen perbankan akan menjadi korban, khususnya bila ada kenaikan suku bunga pinjaman. "Bila tidak segera diputuskan, nanti dikhawatirkan akan menimbulkan masalah besar, terutama di nasabah perbankan," tambahnya.
Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved