A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Kunci Sukses Elva Raih Nilai Tertinggi UN Se-Jakarta - Tribun Kaltim
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Tribun Kaltim

Kunci Sukses Elva Raih Nilai Tertinggi UN Se-Jakarta

Senin, 27 Mei 2013 13:36 WIB
JAKARTA, tribunkaltim.co.id - Di balik sosoknya yang pendiam, Elva Vidya menunjukkan semangatnya yang besar dalam belajar. Ketekunannya mempelajari ilmu-ilmu di sekolahnya itu telah menghasilkan prestasi. Ia meraih nilai tertinggi se-Jakarta dalam ujian nasional tingkat SMA.


Sambil duduk bersama ibunya di sebuah sofa hitam di ruang tamu rumahnya, Elva menceritakan bagaimana ia dapat mencapai prestasi tersebut. Ketika Kompas.com berkunjung ke rumahnya di Jalan Kelapa Lilin, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Elva yang dikenal teman-temannya sebagai sosok pendiam kala itu tidak banyak bicara.


Hanya beberapa patah kata saja yang keluar dari mulut wanita berkacamata ini. Kedua orangtuanya yang mendampinginya mewakilinya menjawab beberapa pertanyaan. Jelas bahwa kedua orangtua Elva merasa bangga atas prestasi yang diraih putri bungsunya itu.


Elva merupakan siswi SMAK 5 BPK Penabur, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Karena mendapatkan nilai ujian nasional dengan rata-rata 9,75 dari enam pelajaran, gadis berusia 18 tahun ini mendapatkan predikat sebagai pelajar dengan nilai kelulusan terbaik se-Jakarta atau terbaik ke-6 di seluruh Indonesia.


Elva mengatakan bahwa cara belajar dirinya sama dengan siswa-siswa lainnya. Ia hanya mengulang-ulang apa yang sudah didapatnya di sekolah dengan membaca dan memecahkan kembali soal-soal yang ada ketika sudah berada di rumah.


"Rajin belajar aja dan disiplin. Kalau belum mengerti, belum berhenti belajarnya," ujarnya sambil memegang lengan ibunda di sebelahnya, Sabtu (25/5/2013).


Steven Yap (53) dan Sutjati (47), orangtua Elva, mengatakan, putrinya selalu belajar dengan sendirinya, tanpa disuruh. Mereka mengatakan bahwa budaya disiplin sudah ditanamkan kepada kedua anaknya sejak usia dini.


"Mengapa belajar dan budaya kedisiplinan kami tanamkan kepada anak-anak sejak dini karena hal itu akan membangun fundamental yang kuat di masa depannya," kata Steven yang berprofesi sebagai dosen di Jurusan Manajemen Keuangan Universitas Trisakti, Jakarta.



Bahkan, karena Elva terlalu sering belajar, orangtuanya kerap kali menegurnya agar sejenak beristirahat. Akan tetapi, Elva tetap belajar sampai ia benar-benar mengerti materi yang ia pelajari. "Kita malah suka ingetin dia (Elva) kalau sedang belajar terus, 'Sudah, sudah belajarnya.' Kalau belum yakin, dia akan belajar terus soalnya," ucap Sutjati tertawa yang diikuti dengan senyuman malu sang putri tercinta.


Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Elva sudah disibukkan dengan berbagai kursus, seperti matematika, fisika, bahasa Inggris, dan bahasa Mandarin. Namun, sejak memasuki kelas VII, Elva sudah tidak lagi belajar di tempat kursus. Ia belajar sendiri di rumahnya.


Setelah lulus SMA, Elva sudah mantap menentukan pilihannya melanjutkan pendidikan di University of Toronto, Kanada. Ia mendapatkan beasiswa dari universitas itu karena ia menjadi salah satu yang mendapatkan nilai tertinggi pada tes yang dilakukannya secara online.


"Sudah diterima di University of Toronto, tapi masih bingung mau ambil kedokteran atau biologi, soalnya dua-duanya aku suka," ucap wanita kelahiran Jakarta, 28 November 1994 ini.



Beberapa prestasi sudah Elva dapatkan di sekolahnya, termasuk selalu mendapatkan nilai tertinggi di sekolah. Ia juga mendapatkan medali perunggu Olimpiade Sains Nasional bidang Biologi pada 2012 di Jakarta dan menjadi salah satu peserta asal Indonesia pada Fourth APEC Youth Science Festival di Thailand pada 2011.


Selain belajar, Elva juga mempunyai hobi membaca, bermain piano, dan menulis. Ia juga masuk dalam ekstrakulikuler jurnalistik di sekolahnya. Elva kerap menulis tentang masalah kesehatan di majalah internal sekolah.


"Hobinya jarang dijalankan, waktunya sudah habis buat belajar," kata Sutjati yang diikuti gelak tawa keluarga.

Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas