Dua ABG yang Hilang Akhirnya Ditemukan
Karena ingin bekerja diluar negri dua orang siswi yang masih duduk di bangku salah satu SMP di Balikpapan sejak hari Minggu lalu menghilang.
Kedua orang tua ABG ini sudah sempat melaporkan kehilangan anak-anak mereka kepolisi, dan polisi pun sudah bekerja untuk mencari kedua anak ini. Kedua ABG ini baru ditemukan oleh orang tuanya empat hari kemudian, yakni pada Kamis (13/6/2013).
Ditemukannya kedua ABG ini berawal dari aktifnya telepon genggam SF, yang selama menghilang telepon selular SF tidak aktif. Kemudian, orang tua SF bernama Iskandar yang tidak henti-hentinya menghubungi anaknya tiba-tiba sangat senang ketika anaknya mengangkat telponnya. Ketika ditanyakan oleh orangtuanya, SF ada di mana, SF mengatakan kalau dirinya sekarang berada di kos-kosan di Samarinda.
Mendengar hal tersebut, Iskandar tidak banyak berfikir panjang dan langsung menyusul anaknya untuk menjemput di Samarinda. Setelah di Samarinda, Iskandar langsung mencari kos-kosan tersebut dan akhirnya dapat bertemu dengan anaknya.
Setelah ditemukan, SF dan AY yang berteman satu sekolah dan satu kelas ini langsung dibawa Iskandar pulang ke Balikpapan. Setelah menginap semalam di rumah masing-masing kedua ABG ini lalu dibawa ke kantor polisi oleh kedua orang tuanya dengan maksud agar diberikan pengarahan oleh polisi, sekaligus mencabut laporan kehilangan.
Diakui oleh kedua ABG ini nekad pergi ke Samarinda karena ingin mencari kerja, yang nantinya ketika uang hasil kerjanya terkumpul mereka berdua berniat untuk pergi mencari bekerja ke Korea. Alasan ini yang menjadikan kedua orang tua siswi ini kaget.
Bukan hanya itu, sebelum meninggalkan rumah, Minggu (9/6/2013) sekitar pukul 16.00 Wita, AY sempat menjual gelang emas milik orang tuanya di Pasar Inpres Kebun Sayur. Alhasil, dari penjualan gelang tersebut AY mendapatkan uang senilai p 3,5 juta, yang kemudian uang tersebut dijadikan modal ke Samarinda. "Setelah menjual gelang, mereka tidak langsung meninggalkan Balikpapan.
Berdua mereka langsung ke salah satu mal di Balikpapan untuk membeli pakaian. Kemudian langsung ke Samarinda, karena kedua anak ini tidak membawa pakaian dari rumah," ujar Kasat Binmas Polres Balikpapan, Ahmad Subekti melalui Kanit Pembinaan Pengamanan Swakarsa, Aiptu Joko, Jumat (14/6/2013).
Setelah kedua ABG ini belanja pakaian di mal, Joko mengungkapkan, SF dan AY langsung mencarter sebuah taksi argo untuk mengantarnya ke Samarinda. Kemudian, setelah sampai di Samarinda kedua ABG ini bingung mau tinggal di mana. "Beruntung sopir taksi tersebut tidak berniat jahat kepada dua gadis ini dengan mengarahkan kepada yang tidak benar. Sopir taksi malah mencarikan kedua ABG ini kos-kosan. Lalu kedua ABG ini menginap di kos-kosan tersebut dengan membayar sewa sebesar Rp 500 ribu sebulan," ungkapnya.
Ditambahkan Joko, setelah mendapatkan pembinaan dari pihak kepolisian agar tidak melakukan hal yang sama. Lalu kedua orangtua mereka menarik laporan kehilangan, kedua ABG ini diserahkan langsung kepada orangtuanya.
"Kita juga minta kepada orangtuanya agar tidak terlalu keras kepada anaknya setelah kejadian ini, karena nantinya akan mempengaruhi psikologisnya. Mereka harus dinasehati dengan baik, dan juga diajak untuk lebih dekat kepada Tuhan," tambahnya.